counter

Menpan harap stigma negatif pelayanan publik sirna

Menpan harap stigma negatif pelayanan publik sirna

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Kota Tomohon menyediakan Mal Pelayanan Publik yang berfungsi sebagai lokasi terpadu bagi masyarakat untuk mengurus berbagai dokumen administrasi publik, termasuk berbagai perizinan. foto humas PMK

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin berharap stigma negatif yang melekat terhadap lembaga pelayanan publik sirna seiring semakin memuaskannya pelayanan. 

"Jangan sampai masyarakat masih skeptis bahwa pelayanan publik masih kurang," kata Menpan di sela acara The International Public Service (IPS) Forum 2018, di Jakarta, Kamis. 

Syafruddin mengatakan sejauh ini sejumlah lembaga pelayanan publik telah berbenah diri, dengan menghadirkan inovasi yang memudahkan masyarakat.

Hal ini terlihat dari banyaknya instansi pelayanan publik yang ikut berpartisipasi di acara The International Public Service (IPS) Forum 2018 yang digelar 7-8 November 2018, di JCC, Jakarta.

Pada IPS 2018, kata Menpan, terdapat 40 Inovasi Pelayanan Publik terbaik Tahun 2018 yang terdiri dari lima inovasi kementerian, dua inovasi Kepolisian Negara RI, delapan inovasi pemerintah provinsi, 15 inovasi kabupaten, dan 10 inovasi dari pemerintah kota. 

Dia berharap inovasi yang telah dilakukan sejumlah lembaga itu dapat dicontoh instansi pelayanan publik lainnya. 

Dia menekankan pelayanan publik yang baik akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri. 

"Pelayanan publik yang baik juga akan semakin mendekatkan jarak antara masyarakat dengan pemerintah," jelasnya.

Baca juga: KemenPAN-RB berikan penghargaan pada penyelenggara pelayanan publik
Baca juga: Kementerian PANRB laporkan perkembangan unit percontohan pelayanan publik
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar