PUPR mulai pembangunan dua bendungan baru di Jateng

PUPR mulai pembangunan dua bendungan baru di Jateng

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (ANTARA/Edy Sujatmiko)

pelaksanaan pengerjaan harus memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), kualitas dan lingkungan
Jakarta (Antara News) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai dua pembangunan bendungan baru, yakni Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora dan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Dimulainya pembangunan ditandai dengan penandatangan kontrak Pekerjaan Pembangunan dan Suvervisi kedua bendungan tersebut di Kantor Kementerian PUPR pada Kamis, 8 November 2018. 

"Pembangunan bendungan, embung, dan infrastruktur sumber daya air lainnya adalah upaya mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan sebagai bagian dari Nawacita," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Sekretaris Direktorat Jenderal SDA Muhammad Arsyadi mengingatkan bahwa pelaksanaan pengerjaan harus memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), kualitas dan lingkungan. 

"Pekerjaan harus dilakukan secara penuh sejak awal, dengan menambah personil dan shift kerja. Untuk konsultan supervisi, kualifikasi tenaga ahli yang ditugaskan harus sesuai dengan yang dijanjikan dalam penawaran," kata M. Arsyadi. 

Pembangunan Bendungan Randugunting yang berada di wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dikerjakan oleh PT WIKA dan PT Andesmont Kerjasama Operasi (KSO). Nilai kontrak sebesar Rp858 miliar dengan waktu pelaksanaan November 2018-November 2022. Sementara untuk konsultan supervisi dilakukan oleh PT Virama Karya dan PT Tuah Agung Anugrah KSO. 

Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih mengatakan Bendungan Randugunting memiliki kapasitas tampungan efektif 8,61 juta m3 dan memiliki manfaat untuk mereduksi debit banjir sebesar 81,42 m3/detik, penyediaan air irigasi seluas 630 ha, penyediaan air baku sebesar 150 liter/detik, serta pariwisata.

Sementara Proyek Bandungan Jlantah yang berada di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp965 milyar. Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampungan efektif 8,3 juta m3. Bendungan ini memiliki banyak manfaat seperti sumber air irigasi seluas 1.493 ha, konservasi pemeliharaan aliran sungai sebesar 120 liter/detik, serta penyedia tenaga listrik 625 KW.

Dengan tambahan dua bendungan tersebut, jumlah bendungan baru yang dimulai konstruksinya menjadi 5 bendungan di tahun 2018. Tiga bendungan yang sudah bertandatangan kontrak sebelumnya yakni Bendungan Tiga Dihaji di Provinsi Sumatera Selatan, Bendungan Bener di Provinsi Jawa Tengah dan Bendungan Sidan di Provinsi Bali pada 16 Oktober 2018.

Secara total dari target 65 bendungan, jumlah bendungan selesai sebanyak 9 bendungan, dalam tahap konstruksi berjumlah 39 bendungan dan sisanya ditargetkan bisa tandatangan kontrak pada akhir 2018 dan tahun 2019. 
Baca juga: Menteri PUPR: tidak ada proyek baru kecuali bendungan
Baca juga: Bendungan Kuningan mampu tampung 25,9 juta meter kubik

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar