Chicago (ANTARA News) -  Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena dolar AS menguat setelah Federal Reserve mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Laporan yang dikutip dari Xinhua menyebutkan kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, jatuh 16,50 dolar AS atau 1,35 persen, menjadi menetap di 1.208,60 dolar AS per ounce, tingkat terendah dalam satu bulan.

Federal Reserve AS mengumumkan keputusannya pada Kamis (8/11) untuk mempertahankan suku bunga utama tidak berubah, tetapi mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut secara bertahap di waktu mendatang.

Keputusan itu mendorong indeks dolar AS jauh lebih tinggi. Indeks, pengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,27 persen menjadi 96,90 pada pukul 18.08 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average jatuh 251,58 poin atau 0,98 persen pada pukul 18.19 GMT. S&P 500 dan Nasdaq mengikuti penurunan Dow. Beberapa analis mencatat bahwa kejatuhan emas akan dibatasi oleh kerugian di pasar ekuitas.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 28,30 sen AS atau 1,96 persen, menjadi ditutup pada 14,14 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun 14,3 dolar AS atau 1,64 persen, menjadi menetap di 856,00 dolar AS per ounce.

Baca juga: Dolar AS menguat didukung keputusan Fed pertahankan suku bunga
 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018