counter

Operasi pasar beras di Jakarta segera dilakukan

Operasi pasar beras di Jakarta segera dilakukan

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Adi (kiri), dan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Arief Sulistyanto (tengah), memberikan keterangan di Kantor Bareskrim, Jakarta, Kamis (15/11/2018). (ANTARA News/Dyah Astuti)

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, menuturkan, mereka menggandeng Perum Bulog akan segera melakukan operasi pasar kembali terkait kenaikan beras medium di Jakarta.

"Dalam waktu dekat Food Station dan seluruh pedagang pasar induk beras Cipinang berkoordinasi dengan Bulog akan segera operasi pasar," ujar Adi, di Kantor Bareskrim Kepolisian Indonesia, Jakarta, Kamis. Untuk waktu pasti dilakukannya operasi pasar, dia enggan menyebutkannya.

Untuk distribusi atau operasi pasar dengan menggelontorkan beras medium, dikatakannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memberikan surat ke Kementerian Perdagangan, selanjutnya Kemendag sudah bersurat ke Dirut Bulog untuk dilakukan operasi pasar.

"Kami perlukan bantuan dari Bulog untuk mengguyur beras medium yang harganya naik," tutur dia.

Ia mengatakan, saat ini stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang di atas 50.000 ton yang merupakan batas yang aman. Terjadinya kenaikan harga beras medium karena di akhir tahun lalu hasil panen baik dan berkualitas.

Dengan kualitas beras yang bagus, terjadi pergerakan harga beras medium menjadi lebih tinggi.

Harga beras medium IR643 di pekan kedua November harganya mencapai Rp9.225 per kilogram dari harga sebelumnya Rp8.700 per kilogram.

Harga eceran tertinggi beras medium di wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, NTB, Sulawesi dan Bali sebesar Rp9.450 per kilogram, sedangkan untuk premium Rp12.800 per kg.

Baca juga: Bulog curigai pedagang oplos beras premium

Baca juga: Mentan dan Buwas tinjau pasokan beras di pasar

Baca juga: Dirut Bulog akui OP beras tidak terserap maksimal

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar