counter

Tekad merobohkan kokohnya tembok Rajamangala

Tekad merobohkan kokohnya tembok Rajamangala

Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia berlatih menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 melawan Thailand, di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Jumat (16/11/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Bangkok, Thailand, (ANTARA News) - Ketika mendengar Rajamangala, kata itu seakan menjadi hal yang kurang bersahabat bagi timnas sepak bola Indonesia menyusul hasil yang belum mampu mencapai terbaik di stadion kebanggaan masyarakat Thailand itu.

Meski belum mampu menorehkan hasil positif, stadion Rajamangala agaknya tetap akrab dengan timnas Garuda. Sejak Piala AFF 2000, sedikitnya tiga kali timnas Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya meski akhirnya harus pulang dengan tangan hampa.

Pada Piala AFF 2000, Indonesia mampu menapakkan kakinya di stadion Negeri Gajah Putih itu untuk menghadapi timnas Thailand pada laga final. Indonesia, yang saat itu diperkuat Uston Nawawi dan kawan-kawan pada partai puncak, harus menyerah dengan skor 1-4.

Delapan tahun berselang, timnas Indonesia kembali bertemu Thailand di tempat yang sama meski saat itu baru di babak semifinal Piala AFF 2008. Hasilnya, tidak ada perubahan. Timnas Garuda kembali menyerah dengan skor 1-2 dan pertemuan itu pun memupuskan langkah ke final kejuaraan dua tahunan itu.

Begitu juga dengan Piala AFF 2016. Indonesia yang saat ini berbekal kemenangan 2-1 pada final pertama juga harus kembali menelan pil pahit. Hanya berharap bermain seri, timnas yang saat itu diasuh oleh Alfred Riedl harus menyerah dengan skor 0-2. Dengan hasil ini piala yang diharapkan kembali melayang.

Setelah beberapa kali datang ke Rajamangala sebagai finalis, untuk Piala AFF 2018 kondisinya berbeda. Timnas Garuda ke stadion kebanggaan masyarakat Thailand itu untuk menjalani pertandingan penyisihan. Hanya saja untuk statusnya selayaknya final karena menjadi pertandingan yang cukup menentukan.

Dengan status tersebut, Indonesia benar-benar bersiap diri untuk menghadapi tim yang berjuluk The War Elephants. Apalagi target mencuri poin sudah dicanangkan oleh Timnas Garuda.

"Untuk laga besok saya tidak ada keraguan. Kami sudah siap untuk menjalani pertandingan," kata salah satu pemain Indonesia, Evan Dimas Darmono dalam jumpa pers jelang pertandingan di media center Stadion Rajamangala, Bangkok, Jumat (16/11).

Menurut dia, pertandingan melawan Thailand diibaratkan final. Evan Dimas bersama dengan pemain lainnya diminta para pelatih untuk menunjukkan kemampuan terbaik mengingat pertandingan ini sangat penting untuk melihat peluang Indonesia ke babak selanjutnya.

"Secara tim kami sudah siap. Kami mohon dukungannya agar timnas mampu meraih hasil terbaik," kata pemain klub Selangor FA Malaysia itu.

Timnas Indonesia datang ke Bangkok dengan rasa percaya diri setelah mendapatkan modal usai mengalahkan Timor Leste 3-1. Namun hasil tersebut bukan sepenuhnya acuan karena timnas Garuda mempunyai cacatan kurang bagus jika bermain di Stadion Rajamangala.

Namun, mitos selalu kalah itu mencoba dihapuskan oleh timnas asuhan Bima Sakti denan segala persiapan mereka. Hanya saja, mantan pemain Primavera itu enggan membocorkan siapa saja pemain yang bakal turun pertama pada kejuaraan bergengsi di Asia Tenggara ini.

"Kami memang menang pada pertandingan sebelumnya. Kami berharap kemenangan kemarin menjadi motivasi pemain untuk meraih hasil terbaik besok. Memang tidak mudah. Tapi kita harus fokus," kata pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti.

Bima mengakui jika tim tuan rumah banyak diuntungkan pada pertandingan nanti. Selain mendapatkan dukungan penuh suporter fanatiknya, timnas Thailand memiliki waktu istirahat lebih panjang dibandingkan dengan anak asuhnya. Selain itu juga didukung pemain-pemain blasteran.

"Mereka adalah pemain bagus dan mempunyai kontribusi besar pada timnas Thailand," kata Bima Sakti.

Timnas Negeri Gajah Putih ini memiliki tiga pemain blasteran yaitu Kevin Deeromram (Swedia), Mika Chunuonsee (Wales), dan Philip Roller (Jerman). Ketiga pemain ini diprediksi bakal menjadi tumpuan saat menghadapi timnas Indonesia.

Tidak hanya pemain blasteran, Bima Sakti juga mewaspadai tukang gedor timnas Thailand yang mengemas enam gol saat mengalahkan Timor Leste, Adisak Kraisorn. Pemain tersebut dinilai harus diwaspadai karena pergerakannya bakal mengancam pertahanan Indonesia yang mayoritas dikawal pemain muda.

"Saya sudah bilang ke pemain bertahan bahwa dia sangat berbahaya untuk kami. Jadi komunikasi di dalam lapangan harus bagus untuk menghentikannya," kata Bima Sakti.

Mantan pemain Primavera itu menjelaskan pertandingan melawan Thailand adalah pertandingan besar. Untuk itu semuanya harus dilakukan dengan baik mengingat laga ini sangat penting bagi Indonesia untuk menjaga peluang ke babak berikutnya.

"Besok pertandingan besar untuk kami. Jadi
kami punya motivasi tinggi. Kalau belum menang di Rajamangala itu hanya mitos. Kami ingin menghancurkan mitos itu," kata Bima dengan tegas.

Harapan untuk meraih hasil terbaik juga disampaikan oleh manajer timnas Indonesia, Endri Erawan. Menurut dia, timnas asuhan Bima Sakti sudah siap bertanding. Bahkan untuk mengantisipasi serangan lawan telah dilakukan persiapan khusus dengan memperkuat sisi pertahanan meski mayoritas pemainnya muda.

"Kita bilang sama pemain muda agar merek bermain lebih tenang, fokus, percaya diri dan anggap saja permainan tanpa beban pada laga ini, jangan sampai terbebani (kurang pengalaman). Makanya, para pemain muda perlu dibimbing biar lebih percaya diri," katanya.

Menurut dia, salah satu kunci agar pemain biasa bermain dengan maksimal adalah dengan menjaga solidaritas. Kekompakan tim memang menjadi target demi meraih maksimal berikut memutus rentetan buruk saat bermain di Stadion Rajamangala.

Timnas Indonesia saat ini berada di posisi dua klasemen Grup B Piala AFF 2018 dengan raihan tiga poin dari dua pertandingan. Jika ingin lolos ke babak berikutnya, Evan Dimas dan kawan-kawan harus meraih hasil maksimal di dua pertandingan sisa yaitu melawan Thailand dan Filipina.

Berikut perkiraan formasi timnas Indonesia melawan Thailand :

Indonesia (4-3-3)
26-Andritany Ardhiyasa (pg); 2-I Putu Gede, 23-Hansamu Yama (k), 16-Fachrudin Aryanto, 3-Alfath Fathier ; 4-Zulfiandi, 10-Stefano Lilipaly, 6-Evan Dimas; 25-Riko Simanjuntak, 9-Alberto Gonsalves, 21-Andik Vermansah

Pelatih: Bima Sakti

Thailand (4-2-3-1)
23-Sivarak Tedsungnoen (pg) ; 13-Philip Roller, 20-Manurl Bihr, 4-Chalermpong Kerdkaew (k), 24-Korralot Wiriya-Udomsiri; 17-Tanaboon Kesarat, 8-Thitipan lPuangchan; 11-Mongkol Tossakrai, 29-Sanrawat Dechmitr, 14-Nurul Sriyankem; 9-Adisak Kraison

Pelatih: Milovan Rajevac.

Baca juga: Ridho jumawa meski belum dapat kepercayaan Bima Sakti
Baca juga: Bima Sakti waspadai pemain blasteran Thailand

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Suasana laga Indonesia – Malaysia di GBK

Komentar