counter

"Barbara", karya komikus Astro Boy diadaptasi jadi film live-action

"Barbara", karya komikus Astro Boy diadaptasi jadi film live-action

Tezuka's Barbara (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Untuk memperingati 90 tahun kelahiran komikus "Astro Boy" Osamu Tezuka, salah satu karyanya berjudul "Barbara" yang terbit pada era 1970-an diadaptasi jadi film live action. 

Versi layar lebar dari komik erotis itu disutradarai oleh putra Osamu, Macoto Tezka, sementara sinematografi diserahkan pada Christoper Doyle.

Film berjudul lengkap "Tezuka's Barbara" itu diperankan oleh Fumi Nikaido dan Goro Inagaki, mantan anggota grup SMAP. 

Baca juga: Grup idola Jepang SMAP bubar

"Barbara" juga dibintangi oleh Shizuka Ishibashi, Kiyohiko Shibukawa dan Eri Watanabe.
 
Pemeran film adaptasi "Tezuka's Barbara", Goro Inagaki (kiri) dan Fumi Nikaido (kanan). (Istimewa)


Ini adalah pertama kalinya Macoto menyutradari karya sang ayah menjadi live action. Dalam keterangan pers, Kamis, dia mengatakan, "Mengapa saya memilih mengadaptasi 'Barbara' jadi film karena saya merasa sebagai sutradara, 'Barbara' adalah karya ayah yang paling dekat dengan gaya dan selera pribadi saya."

Adaptasi "Barbara" adalah kerjasama dari perusahaan THEFOOL dari Jepang,  THIRD WINDOW FILMS dari Inggris(Lowlife Love) dan RAPID EYE MOVIES dari Jerman.

Baca juga: Punya penikmat tersendiri, kartun 2D tidak akan hilang

"Alasan mengapa saya memproduksi film ini adalah merupakan kesempatan langka bekerjasama dengan berbagai negara besar dan bisa memperlihatkan filmnya pada penonton lebih luas di penjuru dunia. Rasanya menantang membuat co-produksi internasional, meski bisa bekerja dengan negara lain membuka banyak kesempatan."

"Barbara" (1973-1974) baru-baru ini diterbitkan dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Italia dan Jerman. Kisah fantasi ini bercerita tentang pengalaman erotis dan tak lazim dari novelis ternama bernama Yosuke Mikura yang hidupnya jungkir balik akibat perempuan misterius bernama Barbara.

Kisah kontroversial yang mengangkat tema-tema tabu seperti cinta terlarang, misteri, seni eros, skandal dan okultisme awalnya disebut tak mungkin dijadikan ke layar lebar ketika baru dipublikasikan, tapi akhirnya diadaptasi jadi film live action untuk peringatan 90 tahun kelahiran Osamu Tezuka.

Baca juga: Bedanya bikin kartun anak dan dewasa, menurut animator Shin-chan
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar