Waspadai Endometriosis Pada Perempuan

Waspadai Endometriosis Pada Perempuan

Ilustrasi organ kewanitaan (ANTARA News/ Lia Wanadriani Sa)

Jakarta (ANTARA News) - Konsultan obstetri dan ginekologi subspesialisasi fertilitas Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk (SHKJ) Dr med Ferdhy Suryadi Suwandinata SpOG (K-Fer) meminta perempuan untuk mewaspadai adanya endometriosis di dalam tubuh yang berdampak pada kesuburan.
   
"Perempuan harus mewaspadai adanya endometriosis. Gejala awal yang paling umum adalah nyeri berlebihan pada saat menstruasi dan sulit memiliki anak, karena nyeri saat berhubungan suami istri," kata Ferdhy di Jakarta, Jumat.
   
Endometriosis merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh jaringan endometrium yang letaknya tidak beraturan, bisa berada di ovarium, dinding luar rahim, vagina, dan lainnya.
   
Rasa nyeri saat berhubungan suami istri tersebut, dikarenakan endometriosis tumbuh di sekitar vagina atau di sekitar leher rahim. Akibatnya merasa nyeri saat tersentuh. 
   
Untuk mengatasinya, Ferdhy menyebutkan ada beberapa metode yakni bisa melalui pembedahan dan  induksi ovulasi.
   
"Untuk pembedahan, disarankan untuk yang sudah memiliki keturunan, karena dikhawatirkan proses ini akan menyebabkan kerusakan pada indung telur," jelas dia.
   
Sementara untuk induksi ovulasi, kista tidak dibuang. Dokter hanya memberikan tekanan agar endometriosis tidak bertambah parah. Metode ini disarankan bagi perempuan yang masih ingin memiliki keturunan.
   
Endometriosis merupakan salah satu gangguan kesuburan yang terjadi pada perempuan. Gangguan kesuburan lainnya seperti faktor hormonal, gangguan pematangan sel telur, miom, kista, tumor, bahkan kanker. 
   
Untuk gangguan karena faktor hormonal atau masalah pematangan sel telur bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan. Sementara untuk kasus endometriosis, miom, kista, tumor, dan kanker, bisa dilakukan pembedahan.*


Baca juga: Mengenal endometriosis dan fibroid yang dialami Zaskia Sungkar

Baca juga: Pestisida berisiko endometriosis pada wanita


 

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Proses operasi tumor dengan alunan piano

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar