Kita akan gelar aksi doa untuk bangsa di beberapa kota di DKI, Jabar sama Banten, selain istigasah, kita juga akan santuni dua ribuan anak yatim seperti yang dilakukan di Garut."
Garut (ANTARA News) - Putri cawapres KH Ma`ruf Amin, Siti Mamduhah, menyatakan istigasah yang diselenggarakan pengurus cabang NU Garut di Lapang Kerkof, Senin (3/12), bukan kegiatan politik tetapi murni mendoakan keselamatan bangsa dan mensinergikan seluruh komponen masyarakat.

"Itu memang bukan acara politik, kita murni mendoakan keselamatan bangsa, kan doa bisa disampaikan siapa saja," kata Siti Mamduhah kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, kegiatan istigasah yang digelar Satgas 01 Penguatan Nasional dan PCNU itu bukan acara politik, melainkan bagian dari program kerja Satgas Nasional yang ingin mendoakan keselamatan bangsa.

Perempuan yang akrab disapa Teh Mamah itu menyatakan, terkait adanya doa dan dukungan terhadap Ma`ruf Amin yang maju sebagai calon wakil presiden merupakan bagian dari kader NU yang mendoakan guru dan kader terbaiknya.

"Itu sebagai dukungan dan doa dari para santri kepada kiainya, karena ada 300 pesantren yang dukung acara ini," kata Teh Mamah yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Satgas 01 Nasional.

Ia menyampaikan, acara istigasah rencananya akan dilaksanakan di sejumlah kota di Jawa Barat, di antaranya Garut dan Kabupaten Sukabumi pada akhir tahun 2018, bahkan daerah lainnya di Jakarta, dan Banten.

Agenda acara istigasah itu, kata dia, tidak hanya doa bersama untuk bangsa tetapi memberikan santunan untuk ribuan anak yatim seperti yang telah dilaksanakan di Kabupaten Garut.

"Kita akan gelar aksi doa untuk bangsa di beberapa kota di DKI, Jabar sama Banten, selain istigasah, kita juga akan santuni dua ribuan anak yatim seperti yang dilakukan di Garut," katanya.

Ketua Satgas 01 Penguatan Nasional, Taviota Bay menambahkan, acara tersebut digelar untuk mensinergikan seluruh komponen masyarakat di Garut agar bersama-sama mendoakan bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Kegiatan yang diselanggarakan di Garut, kata dia, jumlahnya diperkirakan mencapai 40 ribuan orang, atau melebihi jumlah yang ditargetkan sebanyak 25 ribu.

"Kami apresiasi Kapolres, Dandim, Kapolda hingga Pangdam yang telah menjaga kondusivitas Garut, terima kasih juga untuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang mendukung acara ini," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018