counter

MERCER: 45 persen pekerjaan masa deoan akan otomatisasi

MERCER: 45 persen pekerjaan masa deoan akan otomatisasi

Presiden UNI PLC Exequiel Nidea (kedua kiri), Wakil Presiden UNI Apro Mei (kiri), Sekretaris Regional UNI Apro Christopher Ng (kanan), Direktur UNI Apro MEI Michelle Belino (kanan kedua) Konferensi Federasi Serikat Pekerja Global Asia Pasifik (Uni Apro) yang berlangsung di Davao, Filipina, Selasa (14/8). (Antaranews/ Azis Kurmala)

Bentuk pekerjaan tersebut tidak akan hilang, karena sekitar 35 persennya hanya beralih pengerjaannya dari tenaga manusia menjadi menggunakan mesin
Jakarta, (ANTARA News) - Lembaga survey dan konsultan Mercer Indonesia memperkirakan sebanyak 45 persen bentuk pekerjaan yang ada di dunia sekarang akan berganti menjadi otomatisasi menggunakan mesin atau pranata digital.

"Tren ini akan terjadi karena sekarang perusahaan memiliki agenda digital, mereka sadar bahwa digitalisasi akan menjadi bagian kehidupan," kata Kepala Bisnis Karir Mercer Indonesia Astrid Suryapranata dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Meski begitu ia menekankan bahwa bentuk pekerjaan tersebut tidak akan hilang, karena sekitar 35 persennya hanya beralih pengerjaannya dari tenaga manusia menjadi menggunakan mesin.

Menurut pemaparan yang dia sampaikan, mayoritas pekerjaan yang akan berubah bentuk tersebut merupakan pekerjaan yang masih bisa direkayasa dengan menggunakan algoritma.

"Sementara pekerjaan yang masih melibatkan bentuk emosional akan menjadi pekerjaan di masa mendatang. Istilahnya kalau sekarang dalam bentuk transaksional, ke depan akan lebih relasional," kata Astrid menambahkan.

Perkiraan perubahan bentuk pekerjaan tersebut akam terjadi di delapan bidang industri, antara lain bidang pertambangan, jasa pertambangan, industri teknogi, barang konsumen, otomotif, ilmu hayati, kimia, dan jasa keuangan, meski dengan persentase yang masing-masing berbeda.

Selain itu, perusahaan juga akan memadukan jenis pekerjaan antara manusia dan robot atau kepintaran buatan (AI) sehingga akan memunculkan jenis pekerjaan yang baru.

Hal ini tentu akan menambah bidang pekerjaan yang lebih beragam, katanya menambahkan.

"Perusahaan pasti juga akan memilih, apakah akan melatih karyawannya dengan kemampuan baru, menyewa jasa dari perusahaan lain atau mencari tenaga lepas, atau melakukan kolaborasi-kompetisi," demikian Astrid.***3***

Baca juga: Pekerja tolak otomatisasi gardu tol

Baca juga: YLKI nilai otomatisasi gerbang tol gagal hemat waktu transaksi

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar