counter

IPB-Universitas Sains Malaysia berkolaborasi di bidang kemaritiman

IPB-Universitas Sains Malaysia berkolaborasi di bidang kemaritiman

Rektor IPB Arif Satria. (Humas IPB)

Bogor, Jawa Barat (ANTARA News) - Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Sains Malaysia (USM) bekerja sama untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim serta pesisir.

Rektor IPB Dr Arif Satria dan Vice-Chancellor USM Prof Datuk Asma Ismail menandai kolaborasi ters,ebut dengan menandatangani nota kesepahaman kerja sama antara kedua perguruan tinggi di Penang, Malaysia, Selasa.

"Fase awal kerja sama ini difokuskan pada pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim, pesisir laut dengan pendekatan era 4.0 yang efektif, cepat, serta akurat," kata Arif.

Lewat kerja sama itu, IPB dan USM akan berkolaborasi dalam promosi, riset, pendidikan, dan pelatihan terkait pembangunan lingkungan maritim dan pesisir.

Kerja sama akan mencakup penyelenggaraan seminar, konferensi, pertukaran mahasiswa dan mobilitas dosen antara IPB dan USM.

Lingkup kerja sama bisa meluas ke mitigasi bencana di laut, antara lain akibat tumpahan minyak atau pertumbuhan masif alga.

"Ini juga dapat menjadi salah satu fokus awal kolaborasi penelitian antara IPB dan USM. IPB juga mengusulkan aplikasi Agro Maritim 4.0 dalam sebuah pilot sebagai aplikasi terpadu teknologi dalam sebuah konsep yang disebut Smart Small Island Management," kata Arif.

Kolaborasi itu juga meliputi penyelenggaraan World Seafood Congress pada September 2019 mendatang di Penang.

"Karena ada agenda dunia ini, maka kerja sama ini fokus awalnya ke maritim dan kelautan, selanjutnya kerja sama dengan USM diperluas ke bidang lainnya," kata Arif.

Arif juga menjelaskan bahwa IPB telah bersiap memasuki era 4.0 dengan mengembangkan program-program seperti Smart Farming dan Sea Farming, Smart Small Island Management, Fire Risk System, Smart Irrigation System, Smart Robotic Seed Planter, Smart Fertilizer 4.0, Smart Integrated Pest Management, Smart Robotics for Harvesting, Smart Agrologistic 4.0, aerial drone monitoring biodiversity, dan Smart Aquaculture.

"IPB juga sedang mengembangkan Tani Center, sebuah fasilitas yang mampu menjadi penghubung para petani mulai dari hulu hingga hilir sampai pemasaran," kata Arif.

Baca juga: Menko Kemaritiman: Indonesia harus manfaatkan inovasi dalam negeri
 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar