UI inisiatif wujudkan sekolah tanggap bencana

UI inisiatif wujudkan sekolah tanggap bencana

SEKOLAH DARURAT PASCABENCANA PALU Sejumlah siswa berjalan meninggalkan tenda usai kegiatan belajar di sekolah darurat SD Inpres Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (22/10/2018). Pemerintah dan sejumlah BUMN menyediakan tenda untuk digunakan sebagai sekolah darurat bagi para pelajar yang sekolahnya terdampak akibat bencana di Palu pada 28 September 2018. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Depok  (ANTARA News) - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI, ILUNI Arsitektur FTUI dan FUSI Foundation bekerja sama dengan para Donatur mendirikan Sekolah Indonesia sebuah inisiatif untuk mewujudkan sekolah tanggap bencana.

Dekan FTUI Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono di Depok, Sabtu mengatakan inisiatif UI dalam membangun Sekolah Indonesia adalah sebagai upaya mewujudkan kesempatan belajar yang terbaik bagi anak Indonesia. Sekolah Indonesia didirikan di Desa Kerandangan, Senggigi, Lombok Barat yang mampu menampung hingga 130 siswa TK/RA dan SD/MI.

Diharapkan dengan didirikannya Sekolah Indonesia dapat mewujudkan kesempatan belajar yang terbaik bagi anak Indonesia khususnya bagi mereka yang terdampak bencana dimana insiatif ini tidaklah semata-mata sekedar membangun fisik sekolah, namun membangun ekosistem belajar yang menyenangkan untuk anak Indonesia.

Sekolah Indonesia terdiri atas enam ruang kelas, satu perpustakaan dan satu ruang guru, yang diperuntukkan bagi Yayasan Riyadlul Wardiyah.

Ia mengatakan keunggulan bangunan Sekolah Indonesia adalah terdapat unit-unit yang dapat disusun secara plug and play dan fleksibel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan konteks di setiap lokasi.

Sehingga rancangan Sekolah Indonesia dapat diterapkan di seluruh Indonesia karena bersifat cepat tanggap terhadap berbagai kondisi bencana.

Sekolah Indonesia dibangun dalam jangka waktu hanya dua bulan terhitung sejak peletakan batu pertama. Rancangan Sekolah Indonesia dikerjakan oleh Kelompok Keilmuan Perancangan dari Departemen Arsitektur FTUI yang dipimpin oleh Prof. Yandi Andri Yatmo, PhD dan Prof. Paramita Atmodiwirjo, PhD.

"Sekolah Indonesia dirancang dengan berbasis modular dan komponen yang dapat dikonstruksi secara mudah dan cepat," jelasnya.

Di dalam Sekolah Indonesia akan terdapat 1 sekolah TK/RA dan 1 sekolah SD/MI. Sekolah TK/RA merupakan donasi dari Persatuan Isteri Karyawan Karyawati (PIKK) PT PLN Persero Seluruh Indonesia.

TK/RA yang dibangun terdiri dari dua unit ruang kelas yang dilengkapi dengan furniture, satu unit toilet dengan dua kubikel dan fasilitas cuci tangan, tribun dan selasar, untuk mewadahi sekitar 40 orang siswa.

Sedangkan SD/MI yang dibangun untuk menampung sekitar 100 orang siswa ini terdiri dari empat unit ruang kelas, satu unit perpustakaan dan satu unit ruang guru.

Masing-masing dilengkapi dengan furnitur, berikut selasar, unit toilet dengan dua kubikel dan fasilitas cuci tangan, tribun dan teras untuk wadah ekspresi siswa, serta unit ruang transisi untuk tempat bermain dan berinteraksi.

Rancangan sekolah ini sangat berbeda dari susunan tipikal sekolah yang umumnya berupa deretan ruang-ruang kelas yang monoton.

Sekolah Indonesia memiliki unit-unit ruang kelas yang terintegrasi dengan unit-unit ruang terbuka dan lansekap yang ditata secara seksama, untuk mewadahi kegiatan belajar yang bervariasi di dalam maupun di luar ruangan.

Baca juga: Iluni UI bangun sekolah tanggap bencana di Lombok

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar