Banten (ANTARA News) - Gubernur Banten Wahidin Halim meminta masyarakat untuk tidak percaya berita-berita bohong atau hoaks terkait kejadian bencana serta mengimbau untuk tidak panik ketika mendengar berita bohong tersebut.

"Hoaks itu jahat," kata Wahidin Halim saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten di Rangkasbitung, Banten, Rabu.

Wahidin Halim menegaskan penyebar hoaks itu jahat, tidak memiliki perasaan, apalagi dalam situasi sedang terkena bencana seperti saat ini di mana masyarakat sedang terputus akses komunikasinya, listriknya, bangunan rusak, selain banyak juga yang terluka. 

"Kok ada saja yang tega membuat berita palsu sehingga membuat warga menjadi panik," kata Wahidin.

Gubernur Banten mengggambarkan kondisi masyarakat akibat hoaks saat proses penanganan korban tsunami Selat Sunda masih dilakukan di kawasan Kecamatan Sumur, Labuan, Carita, dan Kabupaten Pandeglang.

Ia mengatakan tim penanganan dampak bencana, relawan dan seluruh masyarakat di sana harus lari tunggang langgang akibat adanya isu akan muncul tsunami susulan. Bahkan tidak sedikit diantara tim penanganan dampak bencana atau relawan, sejenak meninggalkan upaya-pertolongan terhadap korban.

"Apalagi, saat itu, banyak yang berteriak untuk menyelamatkan diri," ujar dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat Gubernur untuk tidak percaya hoaks. Setiap informasi yang diterima harus disaring-saring dulu kebenarannya.

Sementara kepada para ulama, Gubernur Banten mengajak untuk bersama-sama menciptakan ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat, menumbuhkan semangat saling bela antara Kiai untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian. "Jangan percaya hoaks, saling bela antara Kiai sehingga ketentraman dan kedamaian. 

"Kedamaian dan ketentraman membuat kita bisa melaksanakan ibadah lebih baik. Kita berbuat lebih banyak untuk kebaikan," kata Wahidin.

Sementara itu, Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten KH Matin Djawahir mengatakan FSPP Banten menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Banten kepada pesantren-pesantren di provinsi tersebut.

"Bantuan Pak Gubernur bermanfaat untuk pengembangan pesantren di Banten," kata Djawahir. 

Sebagaimana diketahui, pada 2018, Pemprov Banten menggelontorkan bantuan sebesar Rp20 juta per pesantren untuk sekitar tiga ribu pesantren lebih.

Baca juga: Tim Basarnas temukan lima jenazah korban tsunami

Baca juga: Warga pesisir Lampung kembali mengungsi, khawatir tsunami datang

Baca juga: Warga Pasir Tanjung Labuan berhamburan keluar rumah gara-gara air naik

 

Pewarta: Mulyana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2018