Bandarlampung (ANTARA News) - Pihak Pangkalan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) Teluk Ratai, Lampung, menyatakan kesiapan mengerahkan armada kapal untuk membantu menyediakan armada pengangkutan jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan armada kapal untuk menangkut arus mudik dan balik Idul Fitri 1428 H/2007 M. "Kami siap membantu jika sewaktu-waktu diperlukan, hanya saja harus dilakukan koordinasi sejak dini baik dengan pihak terkait di Lampung sendiri maupun dengan Mabes AL di pusat," kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Panjang di Teluk Ratai Lampung, Kol Laut (Kh) Teguh Wiyono, di Bandarlampung, Sabtu. Teguh belum bisa menjelaskan berapa unit kapal TNI-AL yang akan diperbantukan untuk memperkuat angkutan penumpang Lebaran tahun ini, namun yang jelas melihat perkembangan bahwa sering terjadi kekurangan jumlah kapal yang beroperasi di pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya, hal itu perlu segera diantisipasi. "Pada prinsipnya kami siap mengerahkan kapal untuk membantu armada angkutan Lebaran. Namanya juga pangkalan, jadi kapan saja harus siap, tapi kami juga harus berkoordinasi dengan pihak Mabes AL," kata Teguh yang juga peselam air dalam itu. Dia juga mengemukakan bahwa koordinasi itu perlu untuk menentukan apakah kapal Angkatan Laut apakah akan melayani jalur penyeberangan Bakauheni-Merak dan sebaliknya, atau dari pelabuhan Srengsem, Kota Bandarlampung menuju pelabuhan Merak, Provinsi Banten dan sebaliknya. Seperti diberitakan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Lampung akan meminta tambahan kapal ke Menteri Perhubungan dan Mabes TNI Angkatan Laut, jika terjadi penumpukan penumpang pada arus mudik maupun balik Lebaran tahun 2007. "Seperti tahun sebelumnya, kita akan membuat surat permintaan tambahan kapal atau bantuan kapal TNI AL," kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, di Bandarlampung, Jumat. Selain itu, jika terjadi lonjakan penumpang dan kapal kesulitan bersandar karena menunggu giliran, Pemdaprov Lampung akan mengajukan usulan agar Pelabuhan Srengsem di Bandarlampung digunakan. Menyinggung apakah Lampung akan membeli kapal sendiri, Sjachroedin mengatakan, hingga kini belum ada rencana tersebut. Pemdaprov Lampung lebih memprioritaskan percepatan pembangunan jembatan Selat Sunda (JSS), sehingga kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya tidak bergantung pada kapal laut.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007