counter

Kemensos berikan layanan dukungan psikologi korban tsunami

Kemensos berikan layanan dukungan psikologi korban tsunami

Petugas mendata warga korban tsunami untuk perekaman KTP elektronik ulang di SDN 1 Kalanganyar, Labuan, Pandeglang, Banten, Jumat (27/12/18). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/hp.

 Lampung Selatan  (ANTARA News) - Kementerian Sosial memberikan Layanan Dukungan Psikologi (LDP) kepada korban bencana tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan.

Tim Lapangan LDP Kemensos Ade Subarkah di Lampung Selatan, Sabtu, mengatakan, kegiatan ini telah dilakukan sejak hari pertama kejadian bergantian dengan korban tsunami Selat Sunda di Padeglang, Banten.

"Kebetulan baru pada Sabtu (29/12) kegiatan ini dilakukan di sini," katanya.

Ade menjelaskan kegiatan itu bertujuan menghilangkan rasa takut akan kejadian yang menimpa korban tsunami di Lampung Selatan, khususnya anak-anak.

Namun, pihaknya juga akan melakukan LDP kepada orang-orang dewasa dan orang tua agar semuanya bisa berjalan dalam keadaan normal.

Menurut dia, anak-anak serta orang dewasa belum memasuki tahap trauma, namun ini baru memasuki tahap ketakutan dan bayangan tentang kejadian yang pernah terjadi.

"Mereka belum bisa dikatakan mengalami trauma, karena ada tahapannya," katanya.

Ade mengatakan sebelum para pengungsi memasuki tahap trauma, Kementerian Sosial mengantisipasi dengan menerjunkan tim LDP untuk memulihkan ataupun memandang kejadian tsunami tersebut dengan pandangan lain yang tidak membuat mereka takut.

Ia menjelaskan warga bisa dikatakan trauma apabila dalam tiga bulan masih tidak berani melihat laut dan turun ke bawah dan itu harus diberikan terapi trauma healing.

"Bila ingat kejadian ini pasti selalu terbayang, susah untuk dihilangkan, tugas kita bagaimana ingatan-ingatan itu harus diubah bukan menjadi ketakutan namun menjadi kekuatan dengan pandangan lain," kata Ade Subarkah.

 Baca juga: BNPB: volume Gunung Anak Krakatau menurun
Baca juga: Aktivitas kegempaan Anak Krakatau menurun

 

Pewarta: Edy dan Dian Hadiyatna
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar