Jakarta (ANTARA News) –  Honda mengumumkan bahwa penjualan perangkat Honda Walking Assist Device (HWAD) di Amerika Serikat tinggal selangkah lagi, usai memperoleh pre-market notifications dari lembaga US Food and Drug Administration (FDA), pada (10/1).

Lisensi tersebut merupakan persyaratan untuk pendistribusian alat-alat medis di Amerika Serikat, meskipun saat ini Honda belum mengumumkan rencana aktual untuk penjualan alat bantu jalan tersebut. 

Honda Walking Assist Device merupakan perangkat robotik yang berfungsi membantu setiap individu yang masih memiliki kemampuan untuk berjalan, namun memiliki keterbatasan karena disebabkan beberapa hal, di antaranya penyakit stroke. 

Perangkat HWAD dipakaikan secara melingkar di pinggang dan betis penggunanya, untuk mendukung pola jalan kaki yang lebih simetris dan efisien sehingga pengguna dapat berjalan kaki dengan lebih cepat dan lebih jauh. 

Perangkat HWAD telah terbukti mendukung penyembuhan pada neuromuscular, dengan pengawasan dan pelatihan dari ahli kesehatan.

“Honda R&D memiliki tujuan untuk menciptakan teknologi yang memudahkan kehidupan manusia, dan dengan diterimanya lisensi dari FDA merupakan salah satu pencapaian bagi kami," ujar President Honda R&D Amerika Frank Paluch, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Senin.

"Kedepannya, kami akan terus menciptakan beragam produk yang dapat membantu mobilitas lebih banyak orang.”  Ujar Paluch menambahkan.

Perangkat Honda Walking Assist Device bekerja dengan mendeteksi posisi sendi pinggul saat berjalan, dengan sensor yang terletak di sisi kiri dan kanan. Alat ini memandu pergerakan anggota tubuh bagian bawah dengan menciptakan dorongan pada bagian kaki. 

Perangkat HWAD dapat mendeteksi tingkat keseimbangan antara kaki kiri dan kaki kanan, gerakan pada pinggul, kecepatan berjalan dan paramater lainnya, serta menggabungkan seluruh hasil tersebut dalam pengukuran historikal sehingga pola perkembangan pengguna dapat dianalisa menggunakan komputer.

Honda Walking Assist Device pertama kali diuji pada tahun 2014 di Shirley Ryan AbilityLab, yang sebelumnya merupakan Institusi Rehabilitasi Chicago. Setelah melalui beberapa percobaan dan penelitian yang berkelanjutan, akhirnya Honda menerima lisensi FDA. 

Pengujian yang telah dilakukan membuktikan keamanan dan efektivitas dari perangkat HWAD terhadap rehabilitasi pasien pasca-stroke, yang teruji membantu proses penyembuhan dibandingkan praktek terapi standar.

“Alat ini terbukti mampu mendorong perkembangan pasien menjadi lebih cepat, baik dari lebar langkah kaki, kecepatan berjalan, keseimbangan saat berjalan, dan lainnya. Honda Walking Assist Device memberikan banyak manfaat dan kesempatan untuk berkembang lebih baik.” ucap peneliti di Shirley Ryan AbilityLab, Dr. Arun Jayaraman, PT, PhD

Pada November 2015, Honda mulai menyewakan Walking Assist Device untuk klinik rehabilitasi di Jepang, dan saat ini alat tersebut digunakan di 250 fasilitas kesehatan di Jepang. 

Sebelumnya, Honda juga telah memperoleh sertifikasi di Eropa (CE) pada Januari 2018, yang menjadi persyaratan dalam mendistribusikan dan menjual alat medis di negara-negara Eropa.

Riset mengenai Honda Walking Assist Device dimulai pada 1999 dan telah berkontribusi terhadap penelitian atas kemampuan berjalan manusia, yang sekaligus mendukung terciptanya robot ASIMO. 

Honda bekerjasama dengan berbagai fasilitas kesehatan dan institusi riset untuk mengumpulkan banyak data yang relevan, serta menghabiskan waktu lebih dari satu tahun saat mengajukan izin lisensi ke FDA yang memiliki kewenangan dalam regulasi alat-alat medis.

Baca juga: Honda WAD didesain untuk terapi berjalan

Baca juga: Honda ciptakan alat bantu jalan penderita stroke

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2019