counter

Sukabumi hadapi tiga bencana hidrometeorologi dalam sepekan

Sukabumi hadapi tiga bencana hidrometeorologi dalam sepekan

Ilustrasi. Dokumentasi tiga angin puting beliung yang tertangkap di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (23/10/2017). (ANTARA News/HO/BNPB)

Bencana yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi ratusan rumah rusak termasuk puluhan fasilitas umum
Sukabumi (ANTARA News) - Dalam sepekan sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami berbagai bencana hidrometeorologi mulai dari banjir, tanah longsor dan puting beliung.

"Pada musim hujan ini bencana terjadi di beberapa kecamatan, bahkan lokasinya pun cukup banyak sehingga kami harus bekerja ekstra dalam melakukan pendataan dan pemberian bantuan kepada korban," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Senin.

Menurut dia, dalam sepakan terakhir ini bencana yang menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi cukup tinggi yang dikarenakan intensitas hujan yang tinggi, ditambah kondisi tanah yang sudah labil serta penyumbatan saluran air.

Bencana yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi ratusan rumah rusak termasuk puluhan fasilitas umum.

Ia mengatakan bencana longsor terjadi Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Cisaat, Caringin dan Cicantayan. Kemudian untuk bencana banjir melanda Kecamatan Cibadak dan Nagrak, selanjutnya bencana angin puting beliung melanda Kecamatan Nagrak.

"Kami mengimbau kepada warga, tidak hanya yang tinggal di daerah rawan saja tetapi untuk semuanya agar selalu waspada karena intensitas hujan tinggi yang kerap disertai angin kencang sehingga berpotensi terjadi bencana," lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Renged, Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi, Atep Maulana mengatakan tebing tanah yang berada di sekitar permukiman warga tiba-tiba longsor. Walau tidak ada rumah yang rusak, sejumlah rumah terancam roboh.

Warga, menurut dia, merasa khawatir luasan longsor tersebut terus melebar mendekati pemukiman.

Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Entis Daeng mengatakan sejumlah daerah yang terdampak bencana khususnya banjir kini airnya sudah mulai surut. Sedangkan untuk jumlah pasti rumah yang rusak masih dalam proses pendataan.

Baca juga: Musim hujan dan bencana hidrometeorologi

Baca juga: RTRW tidak dipatuhi picu bencana hidrometeorologi

Baca juga: Waspada potensi banjir dan longsor di Sumatera dan Jawa


 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasca erupsi, status Gunung Merapi tetap waspada level II

Komentar