counter

Cegah peradangan inflamasi usus anak dengan gizi seimbang

Cegah peradangan inflamasi usus anak dengan  gizi seimbang

Doktor dr Muzal Kadim Sp.A(K). (dok FKUI)

Makan makanan utama tiga kali, dua kali selingan berupa buah dan biskuit, itu sudah cukup
Jakarta (ANTARA News) - Dokter spesialis anak menyarankan orang tua bisa mencegah terjadinya peradangan inflamasi usus pada anak yang membuat saluran cerna tidak bisa menyerap nutrisi secara normal dengan memberikan asupan gizi seimbang dan teratur.

‎Doktor dr Muzal Kadim Sp.A(K)  dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang melakukan penelitian tentang gangguan integritas pada saluran cerna anak, di FKUI Jakarta, Senin, mengatakan sebenarnya anak tidak perlu diberi suplementasi khusus berupa zat-zat tambahan yang biasa terdapat di susu formula untuk mencegah terjadinya gangguan pada saluran cerna.

"Sebenarnya kalau makanan anak kita sudah cukup seimbang, dan mau makan, bisa, sudah cukup. Itu yang utama. Makan makanan utama tiga kali, dua kali selingan berupa buah dan biskuit, itu sudah cukup," kata Muzal.

Namun kenyataanya, lanjut dia, banyak anak-anak yang sulit makan sehingga tidak mendapatkan asupan gizi seimbang.

Oleh karena itu Muzal dalam penelitian disertasinya memberikan solusi dengan membuat formula untuk memperbaiki saluran cerna anak dengan menambah suplementasi dari seng, glutamin, serat, dan prebiotik.

Pemberian susu formula yang diperkaya suplementasi tersebut bisa dilakukan hanya dalam waktu enam bulan untuk memperbaiki gangguan integritas saluran cerna pada anak.‎

Gangguan integritas saluran usus merupakan suatu kondisi di mana usus tidak mampu menyerap sumber gizi dari makanan yang dikonsumsi dengan baik.

Dengan adanya gangguan usus tersebut membuat‎ penyerapannya terganggu sehingga asupan gizi anak jadi tidak baik, dan menganggu pertumbuhan anak.‎

Oleh karena itu gangguan integritas usus atau ‎peradangan inflamasi usus‎ memiliki keterkaitan dengan asupan gizi anak yang kurang sehingga menyebabkan malnutrisi dan menjadi stunting atau kerdil.

Dalam penelitiannya Muzal mengungkapkan sebanyak 45,5 persen anak sehat usia 1-3 tahun di Jakarta mengalami gangguan integritas saluran cerna.

Muzal menduga hal tersebut disebabkan dari adanya‎ infeksi berulang, kebersihan lingkungan, kebiasaan mencuci tangan, dan ketersediaan air bersih.

Gangguan integritas usus sama sekali tidak memiliki gejala, namun membuat anak tidak bisa menyerap nutrisi yang ada pada makanan dengan sempurna. 

Baca juga: 45,5 persen anak sehat di Jakarta alami gangguan saluran cerna menurut riset
Baca juga: Penuhi kebutuhan serat agar saluran cerna anak sehat

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah imbau untuk batasi penggunaan gawai pada anak

Komentar