counter

Mahasiswa Wamena-Papua mendapat pembekalan bela negara

Mahasiswa Wamena-Papua mendapat pembekalan bela negara

Prajurit TNI Mengajar Di Perbatasan Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 142/KJ Pratu TNI R. Sehite mengajar saat sesi luar ruang kelas di SD YPPK St FX Yanggandur, Distrik Sota, Merauke, Papua, Selasa (22/9). Prajurit TNI yang bertugas di pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini diperbantukan sebagai guru bantu karena kurangnya jumlah guru di wilayah tersebut. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Bela negara menjadi kewajiban mutlak setiap warga negara, tapi tidak hanya dipahami dengan mengangkat senjata, uk saling menghargai dan menolong orang lain, serta tidak melanggar aturan itu sudah bagian dari bela negara
Jayapura,  (ANTARA News) - TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya memberikan pembekalan bela negara kepada 200-an mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua di Wamena, Senin.

Materi bela negara itu disampaikan oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 1702/Jayawijaya Kapten (Inf) Afandi dengan tema "Semangat Bela Negara Untuk Ketahanan Nasional".

Kegiatan itu diawali dengan perkenalan singkat, lalu Afandi langsung mengisi materi dengan memperbanyak cara pandang dan motivasi serta contoh-contoh pragmatis yang mudah dimengerti dan dipahami oleh para mahasiswa.

"Bela negara menjadi kewajiban mutlak setiap warga negara, tidak hanya dipahami dengan mengangkat senjata untuk kedaulatan bangsa, akan tetapi dapat dijalankan melalui kewajiban warga negara untuk saling menghargai dan menolong orang lain, serta tidak melanggar aturan. Itupun sudah bagian dari bela negara," katanya.

Persatuan bangsa, kata dia, sangatlah penting bagi keutuhan NKRI akan tetapi kesatuan jauh lebih penting untuk kepentingan ketahanan nasional.

 "Seluruh warga negara, khususnya generasi muda atau mahasiswa penting memahami wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air maupun kesadaran bernegara dengan bersandar pada empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," katanya.

 "Karena keempat pilar tersebut merupakan alat perekat persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membedakan suku, ras, budaya maupun agama," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut,  Afandi mengatakan agar kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya sampai pada pembekalan saja, tetapi ke depan dapat juga dilaksanakan pelatihan-pelatihan bela negara dari para mahasiswa dengan waktu 4 hari sampai dengan sepekan.

"Kodim 1702/Jayawijaya siap mendukung maupun sebagai tempat pelaksanaan kegiatan karena ini semua bagian dari pada tugas pokok Kodim selaku komando ke wilayahan," katanya.

Di akhir pembekalan, Rektor Akper Wamena, Yoel Halitipo Skep, Ns, M.Kes menyampaikan apresiasi setingi-tingginya atas kegiatan yang dilaksanakan tersebut.

 "Terima kasih kepada Pasiter Kodim 1702/Jayawijaya yang telah meluangkan waktunya untuk datang ke kampus ini guna berikan motivasi semangat serta pembekalan pengetahuan dan aplikasi bela negara di kalangan mahasiswa kami," katanya.

Baca juga: Beranda - Kodim 1702/Jayawijaya gelar baksos di Pegunungan Bintang

Baca juga: TNI bersama warga Jayawijaya panen padi

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar