MUI sebut golput itu sikap masa bodoh

MUI sebut golput itu sikap masa bodoh

Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI). (mui.or.id)

GolputĀ  artinya cuek, tidak dibenarkan, apatis
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan tidak menggunakan hak pilih atau menjadi golongan putih (golput) dalam pemilu bisa tergolong sikap masa bodoh atau apatis.

"Kepimpinan tidak bisa ditinggalkan, makanya jangan Golput. Golput  artinya cuek, tidak dibenarkan, apatis," kata Hasan di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Islam mengajarkan hidup agar bertanggung jawab. Dengan golput artinya apatis dan tidak peduli dengan perkembangan di sekitarnya.

Praktik golput, kata dia, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan dan kekecewaan. Maka dari itu, dia mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk menggunakan hak pilihnya di ajang Pemilu 2019.

Hasan mengatakan pemilu bukan sekadar pesta demokrasi tetapi perhelatan amanat kepimimpinan umat. "Jangan sampai kita golput karena rugi dan merugikan... Semua agar ikut berpartisipasi," katanya.

Terkait adanya perbedaan pilihan, Hasan mengajak setiap pihak bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai ajang lima tahunan justru merusak persaudaraan yang waktunya bisa sepanjang hidup.

"Kita melihat Pemilu jangan berpikir hanya untuk lima tahun ke depan. Identitas bangsa dan kebangsaan, keumatan, kenegaraan untuk selamanya 
sehingga Indonesia merdeka dan martabat," kata dia.

Terpisah, Wakil Ketua Wantim MUI Didin Hafidhuddin mengatakan umat Islam agar menjadikan hadits nabi sebagai rujukan dalam memilih pemimpin.

"Kita berharap bahwa yang menjadi pegangan dari memilih pilpres ini adalah sebuah hadist nabi, yang menyatakan barang siapa yang tidak punya kepedulian kepada persoalan persoalan umat Islam, maka mereka bukan dari kaum muslimin," kata dia.

Dia juga berharap tokoh politik, ulama dan tokoh ormas agar dapat menahan diri tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu perselisihan.

"Wantim merasa prihatin terhadap kondisi kebangsaan dan keumatan yang cenderung ada fenomena dan gejala perpecahan. Kita berharap perbedaan tidak menimbulkan pertentangan keumatan bangsa," katanya.

Baca juga: MUI tegaskan golput merugikan Islam
Baca juga: MUI Akui Fatwa Golput Untungkan Partai Islam


 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pastikan vaksin COVID-19 halal, pemerintah kirim BPOM dan MUI ke China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar