counter

Metropolitan

Nielsen sebut Indonesia peringkat tiga Indeks Keyakinan Konsumen

Nielsen sebut Indonesia peringkat tiga Indeks Keyakinan Konsumen

Managing Directror Nielsen Indonesia, Agus Nurudin saat memaparkan materi mengenai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di kantor Nielsen Indonesia di Jakarta pada Rabu (20/2) (Foto ANTARA News/ Citra Maharani Herman)

Kondisi ini kemungkinan akan berlanjut terus dan bertahan hingga pada saat Pilpres dan Pileg akan datang
Jakarta (ANTARA News) - Managing Director Nielsen Indonesia, Agus Nurudin menyebutkan Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berdasarkan riset yang dilakukan Conference Board dengan Nielsen.

Agus dalam paparannya kepada media, di Jakarta, Rabu, mengatakan masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang sangat percaya diri sehingga menempatkannya peringkat tiga IKK, bahkan pada 2016 Indonesia menempati peringkat dua.

Menurut hasil riset tersebut, tingkat optimisme konsumen Indonesia pada kuartal keempat di tahun 2018 stabil sebesar 127 poin atau naik satu poin dari kuartal sebelumnya.

"Kondisi ini kemungkinan akan berlanjut terus dan bertahan hingga pada saat Pilpres dan Pileg akan datang," tambah Agus.

IKK dipengaruhi oleh beberapa indikator dalam 12 bulan ke depan, yaitu, pertama adalah optimisme mengenai prospek lapangan kerja lokal. Dalam hal ini, Indonesia mengalami penurunan dari 73 persen pada kuartal 3 menjadi 68 persen di kuartal 4 tahun 2018.

Indikator lainnya adalah optimisme mengenai keadaan keuangan pribadi yang stabil di dua kuartal pada 2018 dengan 79 persen.

Indikator terakhir adalah keinginan untuk berbelanja yang meningkat tajam pada kuartal 3 dengan 57 persen. Pada kuartal 4 tahun 2018, sebanyak 63 persen konsumen mengatakan bahwa kurun waktu 12 bulan ke depan adalah waktu yang baik untuk membeli hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan.

"Konsumen merasa percaya diri di kuartal 4 tahun lalu dengan keuangan mereka dan bahkan siap untuk berbelanja." papar Agus.

Menurut Agus kondisi tersebut sangat mungkin dipengaruhi oleh periode liburan akhir tahun yakni sebagian besar konsumen merayakan tutup tahun.

Baca juga: Nielsen sebut Indonesia masih berada di industri 3.0
Baca juga: Survei: Keadaan ekonomi jadi kekhawatiran utama konsumen Indonesia


 

Pewarta: Citra Maharani Herman dan Ganet
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar