counter

Kata turis, orang Indonesia dan warga setempat tentang BTS dan MRT Bangkok (Video)

Kata turis, orang Indonesia dan warga setempat tentang BTS dan MRT Bangkok (Video)

Penumpang berada di dalam gerbong MRT di Bangkok, Thailand, Minggu (10/2/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta (ANTARA News) - Kemacetan lalu lintas adalah salah satu kesamaan antara kota Jakarta dan Bangkok, Thailand. Yang kedua relatif mending karena jumlah motor yang berseliweran terlihat lebih sedikit dan tidak banyak pengemudi saling mengklakson penuh emosi.

Warga Bangkok dan para turis yang mengunjungi ibu kota Thailand itu bisa bepergian ke sana-sini menghindari jalan yang padat dengan Bangkok Mass Transit System, biasa dikenal sebagai BTS atau Skytrain juga Metropolitan Rapid Transit alias MRT.

Dua sistem transportasi ini jadi keunggulan Bangkok ketimbang kota-kota lain di Thailand, kata Talita, seorang turis asal Brasil.

"Itulah kenapa saya suka Bangkok, soalnya di tempat lain di Thailand tidak ada Skytrain atau MRT," ujar Talita kepada ANTARA News ditemui di stasiun Phaya Thai, Bangkok, awal Februari ini.
 
Bangkok Mass Transit System (BTS) melintas di dekat Victory Monument, Bangkok, Thailand, Senin (11/2/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)


Seperti turis kebanyakan, tempat-tempat yang didatangi oleh Talita banyak dilewati oleh rute Skytrain.

Menurut Christian Saragih, pria Indonesia yang sudah menetap 10 tahun di Bangkok, jalur yang dilewati BTS Skytrain memang melewati banyak pusat perbelanjaan dan perkantoran. 

Stasiun Siam, misalnya, dikelilingi oleh banyak gedung-gedung menggiurkan untuk pencinta belanja.

Sementara rute MRT lebih mengarah ke pemukiman, menuju pinggiran Bangkok.

"MRT lebih enak kalau mau keluar kota, daripada naik taksi, jalurnya macet banget. Bisa makan waktu lama banget," ujar Chris.
 
Penumpang Bangkok Mass Transit System (BTS) menuruni anak tangga di Stasiun BTS Siam, Bangkok, Thailand, Sabtu (9/2/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)


Tidak sulit berganti moda transportasi antara BTS Skytrain dengan MRT karena ada stasiun-stasiun tertentu yang saling menghubungkan. Tapi ada satu yang dianggap merepotkan, kartu pembayaran yang dipakai di MRT dan BTS berbeda karena keduanya memang dibangun dari dua perusahaan.

Di Jakarta, misalnya, uang elektronik berupa kartu-kartu yang dikeluarkan berbagai bank dapat digunakan untuk naik Transjakarta dan KRL Commuter Line hingga membayar tol.
 
Calon penumpang antre membeli tiket MRT di Stasiun MRT Chatuchak Park, Bangkok, Thailand, Minggu (10/2/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)


Pengguna yang sudah memiliki uang elektronik tak perlu repot-repot mengganti kartu saat berganti transportasi di Jakarta.

Kebijakan yang sama belum diterapkan di Bangkok, sehingga warga setempat harus punya dua kartu yang berbeda. 

"Agak merepotkan, akan lebih baik bila satu kartu saja yang dipakai," ujar Im Wanwadee, warga Bangkok yang mengandalkan Skytrain untuk bepergian ke kantor.

Baca juga: Menjajal BTS Skytrain dan MRT Bangkok di Thailand

Baca juga: MRT si saudara muda, peluru baru transportasi Jakarta

Baca juga: Bincang-bincang bersama announcer MRT Jakarta Devianti Faridz


Simak videonya: 
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar