counter

Petani tambak Sidoarjo tinggikan tanggul antisipasi rob

Petani tambak Sidoarjo tinggikan tanggul antisipasi rob

Banjir rob merendam tambak ikan milik warga di wilayah pesisir pantai Cilacap, Jateng, Juni 2016. Sejumlah petambak di Sidoarjo berusaha meninggikan tanggul agar ikan di tambak tidak hanyut diterjang rob. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Sidoarjo (ANTARA News) - Petani tambak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur meninggikan tanggul tambak mereka sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya rob di wilayah itu.

Salah satu petani tambak di Kecamatan Sedati, Khumaidi, di Sidoarjo, Kamis, mengatakan peninggian tanggul tersebut dilakukan supaya air laut tidak masuk tambak mereka.

"Biasanya ditinggikan sekitar 50 centimeter dibandingkan dengan ketinggian aslinya supaya air banjir tidak masuk ke dalam tambak," ujar dia.

Selain melakukan peninggian tambak, pihaknya juga melakukan pemasangan jaring supaya ikan di dalam tambak tidak ikut keluar saat terjadi banjir.

"Beruntung pada tahun ini banjir tidak begitu parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu karena pada tahun ini banjir tidak dibarengi dengan hujan, sehingga air banjir bisa dikendalikan," ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa rob juga terjadi di tambak yang wilayahnya berbatasan langsung dengan laut, sedangkan untuk wilayah yang agak jauh dari laut tidak begitu terdampak.

"Namun demikian, kami sebagai petani tambak tetap harus waspada terutama pada malam hari, karena biasanya banjir tersebut terjadi pada malam hari," kata dia.

Ia mengatakan sesuai dengan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi terjadi rob.

"Sampai dengan hari ini potensi banjir tersebut masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo," kata dia.

Baca juga: 700 hektare tambak garam Cirebon terendam rob
Baca juga: Ratusan hektar tambak udang jebol akibat rob
Baca juga: Banjir rob tenggelamkam ratusan tambak di Belawan

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar