counter

PTPN Holding berkomitmen cukupi bahan baku CPO untuk biodiesel

PTPN Holding berkomitmen cukupi bahan baku CPO untuk biodiesel

Pekerja mengawasi aktivitas di sekitar tangki timbun minyak sawit PT. Sarana Agro Nusantara, anak perusahaan PTPN III Holding, di kawasan Industri PT. Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Rabu (16/1/2019). Produksi minyak sawit Perkebunan Nusantara PTPN III Holding dari perkebunannya sendiri selama tahun 2018 hampir mencapai 1,981 ribu ton, yang sebagain besar hasil produksi itu dijual untuk memenuhi permintaan industri dalam negeri dan diekspor ke luar negeri. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/ama.

Untuk menjawab kebutuhan nasional terutama biofuel/green diesel, melalui kerja sama dengan Pertamina untuk dalam menyediakan bahan baku CPO 1,2 juta ton
Jakarta  (ANTARA News) - PT Perkebunan Nusantara Holding berkomitmen untuk menyediakan bahan baku CPO sebesar 1,2 juta ton untuk mendorong ketahanan energi melalui penerapan bahan bakar ramah lingkungan green diesel B20 sampai B100.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN Holding) Dolly P. Pulungan menyampaikan dukungan perusahaan untuk ketahanan energi tersebut dilakukan dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi.

"Untuk menjawab kebutuhan nasional terutama biofuel/green diesel, melalui kerja sama dengan Pertamina untuk dalam menyediakan bahan baku CPO 1,2 juta ton," kata Dolly melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan selain untuk memenuhi bahan baku biofuel, produksi CPO sebesar 1,1 juta ton akan diekspor untuk menambah devisa negara.

Dolly menjelaskan pihaknya saat ini fokus pada pengembangan komoditas perkebunan strategis nasional yaitu kelapa sawit, karet, gula, teh, kopi dan kakao.

Saat ini perseroan sedang menjalankan proses transformasi untuk menjadi perusahaan perkebunan nasional yang berkontribusi bagi negara, sesuai rencana jangka panjang pada 2022 yang ditargetkan memberikan kontribusi GDP sebesar Rp80 triliun.

Proses transformasi yang akan dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara melalui penerapan teknologi pengembangan Research & Development (R&D) serta inovasi guna meningkatkan produktivitas serta untuk menghadapi tantangan industri 4.0 di operasional perusahaan.

"Kami yakin akan menghasilkan kinerja keuangan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan dan perekonomian masyarakat disekitar perkebunan," katanya.

Dalam sambutanpada Lokakarya Nasional Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN), Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan sangat mendukung program digitalisasi 4.0 untuk operasional perkebunan nusantara.

"Kita sebagai pemilik perkebunan indonesia harus memaksimalkan digitalisasi 4.0, khususnya kalangan milenial untuk terus meningkatkan performa perkebunan indonesia," kata Rini.

Melalui kegiatan Lokakarya Nasional Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN), seluruh stakeholder Holding Perkebunan diharapkan memperoleh masukan dari para narasumber yang berkompeten bagi kemajuan dan peningkatan kinerja PT Perkebunan Nusantara serta anak usaha.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menko Darmin sebut penggunaan B20 turunkan impor solar

Komentar