China-Uni Eropa pasar menjanjikan untuk ekspor udang

China-Uni Eropa pasar menjanjikan untuk ekspor udang

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP51) Budhi Wibowo pada diskusi Outlook Perikanan 2019 di Jakarta, Kamis. (Mentari Dwi Gayati)

China sebelumnya produsen udang terbesar dunia, sekarang impornya bisa 400 ribu ton, tetapi udang Indonesia yang masuk ke China baru dua persen
Jakarta (ANTARA News) - Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP51) menilai China dan Uni Eropa menjadi pasar yang menjanjikan dan potensial untuk peningkatan ekspor udang dari Indonesia.

Ketua Umum AP51 Budhi Wibowo menyebutkan bahwa saat ini negara tujuan ekspor udang terbesar adalah Amerika Serikat sebanyak 129.900 ton (65,78 persen), sedangkan ke China mencapai 6.700 ton (3,39 persen) dan Uni Eropa 8.300 ton (4,2 persen).

"China sebelumnya produsen udang terbesar dunia, sekarang impornya bisa 400 ribu ton, tetapi udang Indonesia yang masuk ke China baru dua persen. Tahun ini kita harus serius untuk ekspor ke sana," kata Budhi pada diskusi Outlook Perikanan 2019 di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa total impor udang oleh China sebesar 400.000 ton per tahun, namun porsi udang impor dari Indonesia masih sebesar 2 persennya atau 7.000 ton.

Sementara itu, total impor udang oleh Uni Eropa sebesar 650.000 ton yang didatangkan paling banyak dari Ekuador (15,4 persen), India (8,6 persen), Vietnam (8 persen) dan Greendland (8 persen), sedangkan Indonesia baru mengisi porsi 1,2 persen.

"Pangsa pasar Uni Eropa 650.000 ton. Ini menjanjikan dan masih bisa ditingkatkan lagi, apalagi Indonesia akan menandatangani perjanjian perdagangan bebas EU-FTA, sehingga nanti akan bebas bea masuk," katanya.

Budhi memaparkan bahwa memang pasar ekspor terbesar untuk udang adalah Amerika Serikat, namun Indonesia perlu waspada dengan India yang kini memiliki industri pengolahan udang yang semakin berkembang.

Ekspor udang India ke AS pada 2017 tercatat meningkat 46 persen karena India kini merambah pasar yang sama dengan Indonesia, yakni pada produk yang sudah dikupas (peel product). Oleh karena itu, Indonesia perlu memperbesar pasar dan meningkatkan nilai tambah produk ekspornya dari India.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pada 2018, kinerja ekspor sepanjang 2018 naik 4,6 persen menjadi 1,12 juta ton dari tahun 2017 sebesar 1,07 juta ton.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara utama tujuan ekspor hasil laut. Dari lima komoditas utama hasil laut, yakni udang, tuna, rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita, dan rumput laut, AS menempati peringkat pertama importir terbesar.

Komoditas tersebut, yaitu udang (66 persen), tuna (30,5 persen), dan rajungan-kepiting (75,11 persen). Ada pun China menjadi importir terbesar untuk komoditas cumi (39 persen) dan rumput laut (65 persen).

Baca juga: Udang primadona ekspor sektor perikanan 2018
Baca juga: KKP: udang Indonesia nomor satu di AS

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ekspor udang puluhan ton dari tambak bekas tambang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar