Ini pertimbangan mengapa evakuasi korban longsor penambangan Bolaang Mongondow dihentikan

Ini pertimbangan mengapa evakuasi korban longsor  penambangan Bolaang Mongondow dihentikan

Tim SAR gabungan menggotong jenazah dari korban pertambang emas tanpa izin yang ambruk, di Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/ws)

"Dengan pertimbangan di lapangan di mana kondisi tidak memungkinkan lagi dilaksanakan operasi, dengan pertimbangan keselamatan tim SAR gabungan, hari ini Kamis, tanggal 7 Maret operasi SAR gabungan untuk evakuasi korban tertimbun karena melaksanakan
Manado (ANTARA) - Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (mar) Budi Purnama mengatakan, dengan berbagai pertimbangan maka operasi SAR gabungan di lokasi longsor Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara dihentikan.

"Dengan pertimbangan di lapangan dimana kondisi tidak memungkinkan lagi dilaksanakan operasi, dengan pertimbangan keselamatan tim SAR gabungan, hari ini Kamis, tanggal 7 Maret 2019 operasi SAR gabungan untuk evakuasi korban tertimbun karena melaksanakan kegiatan penambangan emas saya nyatakan ditutup," kata Budi saat memberikan keterangan pers di Bolaang Mongondow, Kamis .

Operasi selanjutnya yang akan dilakukan adalah rehabilitasi, dimana personel SAR pusat akan kembali dan dilanjutkan SAR Manado bersama dengan institusi lainnya.

Jenderal bintang satu itu menambahkan, di hari kesepuluh, operasi SAR gabungan telah menuntaskan semua pekerjaaan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan.

Salah satunya adalah pertimbangan tim teknis perusahaan tambang di mana ada indikasi terjadinya batu lepasan berulang-ulang.

Disepakati pekerjaan dilakukan mulai pada Rabu (6/3) pukul 19:00 Wita dan berlangsung selama tiga jam sambil menilai apakah memungkinkan operasi akan dilajutkan.

"Selang waktu tiga jam, batuan terus jatuh, dan akhirnya kami hentikan. Pada hari ini pukul 01:45 Wita goa yang dibuka tertimbun oleh reruntuhan sampai pukul 05:00 Wita, operasi kemudian dihentikan," ujarnya.

Secara teknis, perwakilan manajemen PT JRBM Ferry Siahaan mengatakankan, ada kemungkinan terjadinya longsor susulan dari tebing bagian atas.

Hal itu ditandai dengan ditemukannya retakan material tanah liat dan bebatuan.

"Sebelumnya per jam 02.00 Wita, bebatuan dari atas sudah longsor. Awalnya, kita menggali enam meter, namun posisi akhir diperkirakan materialnya timbunan sudah sampai level tujuh meter," tambahnya.

Retakan baru yang terus melebar di atas alat berat, kata dia, pada akhirnya manajamen memutuskan posisi itu membahayakan keamanan excavator yang digunakan serta orang-orang yang akan melakukan evakuasi.

Baca juga: SAR Gorontalo kirim tim pertolongan longsor tambang Bolmong

Pewarta: Karel Alexander Polakitan/Atwit Pramono
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kapolda Banten: tambang liar akibatkan banjir & longsor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar