counter

Dari temuan 33 kasus HIV di Nunukan pada 2018, sebanyak ini pasien yang meninggal dunia

Dari temuan 33 kasus HIV di Nunukan pada 2018, sebanyak ini pasien yang meninggal dunia

HIV/AIDS (Shutterstock)

Jadi peningkatan temuan jumlah kasus penderita HIV di Kabupaten Nunukan karena kinerja bukan karena kenaikan jumlah penderita,
Nunukan (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menemukan 33 kasus pengidap penyakit HIV, enam orang dilaporkan meninggal dunia pada 2018.

Sekaitan dengan kasus ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Nunukan, Sabaruddin di Nunukan, Senin,  membenarkan puluhan penderita yang ditemukannya pada Senin.

Bahkan, tambahnya ada peningkatan temuan dibandingkan 2017 yang hanya 24 kasus. "Malah ada peningkatan temuan kasus HIV pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017," ujar dia.

Peningkatan temuan kasus tersebut bukan berarti jumlah penderita mengalami kenaikan. Tetapi kinerja jajarannya yang terus mengsosialisasikan soal penyebaran penyakit ini.

Sesuai proyeksi dari Kementerian Kesehatan bagi Kabupaten Nunukan sebanyak 200 lebih kasus.

“Jadi peningkatan temuan jumlah kasus penderita HIV di Kabupaten Nunukan karena kinerja bukan karena kenaikan jumlah penderita,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, tidak mengetahui alasan Kementerian Kesehatan memproyeksi penderita penyakit HIV di Kabupaten Nunukan sampai 200 orang lebih karena tidak melibatkan pemda setempat.

Menyinggung korban meninggal dunia tersebut disebabkan penderita telah mengalami fase penyakit AIDS.

Menurut dia, Dinkes setempat belum mampu menjangkau secara menyeluruh tempat-tempat yang dianggap rentan penularan penyakit ini seperti tempat hiburan malam.

Sabaruddin mengungkapkan dari 33 kasus yang ditemukan pada 2018 terdiri dari 23 jenis kelamin laki-laki dan 10 perempuan.

Kemudian, kelompok homoseksual (4), heteroseksual (27) dan kalangan ibu-ibu dan anak ada dua orang.

Ia juga menyebutkan, sebagian penderita telah berumah tangga sehingga dipastikan suami, istri dan anaknya terjangkit penyakit mematikan ini.

Penderita yang ditemukan melalui puskesmas ataupun rumah sakit secara sukarela.

Sementara upaya mencegah merebaknya penyakit HIV belum mampu dilaksanakan secara maksimal sehubungan sulitnya langsung memeriksa kepada individu sebelum dikonseling terlebih dahulu.

Sabaruddin mensinyalir, tempat hiburan malam dan lokalisasi rentan terjangkitnya penyakit HIV.

Namun Dinkes setempat tidak bisa terlalu jauh mengintervensi karena perlu melalui prosedur terlebih dahulu melalui tahapan yang ditentukan.

Ciri-ciri penderita HIV adalah diawali dengan infeksi dan demam tinggi selama sepekan berturut-turut.

Lalu seluruh persendian sakit, nafsu makan menurun dan munculnya kelenjar getah bening.

Setelah itu, kondisi tubuh penderita akan kuat kembali karena virus HIV membangun kekuatan sehingga 5 hingga 6 tahun kemudian muncullah penyakit AIDS.
 

Pewarta: Rusman
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar