counter

Kota Pontianak mendapat berkah dari peristiwa kulminasi matahari

Kota Pontianak mendapat berkah dari peristiwa kulminasi matahari

Telur mentah bisa berdiri di Pontianak saat terjadi kulminasi matahari. (Dedi)

Tidak ada bayangan di kawasan Tugu Khatulistiwa dikarenakan peristiwa kulminasi. Ditandai dengan mendirikan telur. Selain itu juga Pesona Kulminasi Matahari ini dimeriahkan dengan pagelaran seni dan pameran,
Pontianak (ANTARA) - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, adanya peristiwa kulminasi matahari yang terjadi dua kali setahun di kawasan Tugu Khatulistiwa, yakni setiap 21 hingga 23 Maret dan 21 hingga 23 September adalah berkah bagi Kota Pontianak.

"Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa, dan menjadi berkah tersendiri bagi Kota Pontianak, dan Kalimantan Barat (Kalbar) umumnya," katanya saat membuka Pesona Kulminasi Matahari 2019 di Pontianak, Kamis.

Ia menambahkan, pada saat itu posisi matahari tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi.

"Tidak ada bayangan di kawasan Tugu Khatulistiwa dikarenakan peristiwa kulminasi. Ditandai dengan mendirikan telur. Selain itu juga Pesona Kulminasi Matahari ini dimeriahkan dengan pagelaran seni dan pameran," ujarnya.

Ia berharap, berkah tersebut harus kita manfaatkan potensinya sebagai even ekonomi kreatif dan kita ciptakan inovasi untuk mengajak warga kota dan seluruh dunia berkunjung ke sini untuk merasakan sensasi titik kulminasi di Kota Pontianak," lanjutnya.

Edi mengemukakan, Pemkot Pontianak, juga akan membenahi kawasan Tugu Khatulistiwa agar lebih representatif. Apalagi tanggal 25 Juni hingga 5 Juli 2019 akan digelar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional yang dipusatkan di Tugu Khatulistiwa.

Di kawasan ini akan dibangun venue yang bisa menjadi museum. "Dengan infrastruktur yang bagus dan representatif saya yakin banyak pengunjung akan merasa lebih nyaman dan lebih menyenangkan berada di Tugu Khatulistiwa," katanya.

Edi berharap fenomena alam kulminasi matahari yang hanya terjadi di Kota Pontianak ini, benar-benar bisa dioptimalkan dalam upaya menarik kunjungan wisatawan ke Kota Pontianak.

"Ke depannya harus ada inovasi-inovasi pengembangan yang sifatnya tidak lagi lokal tapi bisa go International, dan saya yakin dengan keberadaan Tugu Khatulistiwa yang pas di pinggiran Sungai Kapuas bisa menjadi daya tarik sendiri yang bisa kita tingkatkan untuk bagaimana mendatangkan wisatawan-wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Pontianak," jelasnya.

Pewarta: Andilala
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar