counter

Pemkab Madiun fasilitasi perbaikan saluran irigasi akibat banjir

Pemkab Madiun fasilitasi perbaikan saluran irigasi akibat banjir

Genangan air terlihat mulai surut di beberapa lokasi pascabanjir Sungai Madiun di wilayah Kabupaten Ngawi, Selasa (12/3/2019). Banjir juga merusak sejumlah saluran irigasi. (ANTARA FOTO/SISWOWIDODO)

Penanganan diambil dari pengalihan tiga titik alokasi dana insentif daerah (DID) senilai Rp600 juta
Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur melalui Dinas Pertanian akan memfasilitasi perbaikan saluran irigasi tersier yang rusak akibat banjir di wilayah setempat yang melanda pada awal Maret lalu.

"Penanganan diambil dari pengalihan tiga titik alokasi dana insentif daerah (DID) senilai Rp600 juta," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Suyatno, kepada wartawan, Jumat.

Menurut dia, perbaikan saluran tersebut sangat penting agar petani bisa melakukan penanaman padi kembali dengan baik di daerah rawan banjir pada musim tanam berikutnya.

Selain dari DID, perbaikan saluran irigasi juga diambilkan dari 10 titik APBN 2019 senilai Rp550 juta. Kegiatan tersebut sekaligus menormalisasi dan perpanjangan jaringan irigasi.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Arnowo Widjaja mengatakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, seperti tanggul yang rusak, akan menjadi tanggungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Perbaikan permanen itu diusulkan lewat badan penanggulangan bencana daerah (BPBD)," kata Arnowo.

Meski demikian, pihaknya juga bisa memanfaatkan dana alokasi umum (DAU) untuk perbaikan jembatan dan talud yang rusak. Hal itu karena selain dampak bencana, perbaikan juga dilakukan karena pemeliharaan.

Arnowo menyebut ada puluhan tanggul dan "rivetment" yang jebol di aliran Kali Jeroan. Hasil inventarisasi juga akan dilaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Seperti diketahui, banjir besar melanda wilayah Kabupaten Madiun sejak  Rabu (6/3) hingga beberapa hari lamanya. Kerugian akibat banjir tersebut mencapai sebesar Rp54.093.855.000.

Kerugian tesebut meliputi kerusakan permukiman mencapai Rp38.610.000.000, kerugian pertanian Rp8.093.295.000, kerugian peternakan sebesar Rp416.560.000, dan kerugian infrastruktur Rp6.974.000.000.

Untuk infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir tersebut antara lain, tujuh sayap dam di Dam Sidorejo, Bruwok, Gendong, Kaligunting, Kaliabu, Serut, dan Nampu.

Tujuh saluran sekunder di saluran sekunder Sidorejo, Wates, Bangunsari, Pacinan, BNP2, Tebon, dan Cau. Tiga jembatan di Kertosari, Tawangrejo, dan Desa Sumberbening. Longsor juga terjadi di Jalan Segulung-Suluk dan di bahu Jalan Caruban-Ngawi. 

Baca juga: Pemkab Madiun tak sanggup ganti kerugan petani korban banjir
Baca juga: Bupati Madiun berlakukan status pemulihan bencana banjir
Baca juga: Kerugian banjir di Kabupaten Madiun Rp54 miliar

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar