counter

Menkominfo sebut Bung Karno satukan perbedaan dalam pengasingannya

Menkominfo sebut Bung Karno satukan perbedaan dalam pengasingannya

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara sedang memberikan keterangan di taman Bung Karno di Ende, Senin, (25/3/2019). (ANTARA Foto/Bernadus Tokan)

bagi warganet, yang penting itu adalah bisa menggunakan internet yang tidak lemot
Kupang (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, dalam pengasingan di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bung Karno menggali bagaimana mempersatuan perbedaan-perbedaan di Indonesia.

"Bung Karno diasingkan, justeru dalam pengasingan itu, Bung Karno mencoba menggali bagaimana secara filosofi mencoba mempersatukan perbedaan-perbedaan di Indonesia," kata Rudiantara di Ende, Senin.

Dia mengemukakan hal itu, ketika mengunjungi taman dan rumah pengasingan Bung Karno selama di pengasingannya di Ende pada 1930-1934.

"Sebagaimana yang kita ketahui, kalau misalkan hanya berpatokan pada agama Islam, para misionaris bertanya kepada Bung Karno, kalau begitu tempat kami lain di mana," katanya.

Selain itu, tempat agama Hindu, ibunya Bung Karno di mana,  sehingga munculah di sini pemikiran bagaimana menyatukan semuanya di bawah pohon Sukun ini, katanya sambil menunjuk pohon Sukun.

Secara filofosis, Bung Karno membuat konsep-konsep bagaimana menyatukan Indonesia, baik dalam sisi budaya, agama dan lainnya, katanya.

Dalam konteks sekarang, menyatukan Indonesia bisa dianalogikan dengan menerapkan bagaimana mempersatukan Indonesia secara fisik, ujarnya.

"Dan bagi warganet, yang penting itu adalah bisa menggunakan internet yang tidak lemot di mana-mana di seluruh Indonesia," katanya.

Itulah yang sedang dibangun oleh pemerintah saat ini yakni membangun Palapa Ring, menyiapkan satelit khusus untuk internet, dimana nanti untuk seluruh sekolah harus terhubung dengan internet melalui satelit dengan kecepatan tinggi.

Inilah bagaimana kita mempersatuan Indonesia dengan internet, katanya menambahkan.

Dia mengatakan, tahun ini, Indonesia berusia 74 tahun dan merayakan kemerdekaan dari penjajahan, tetapi internet merdekanya baru sampai ke kabupaten.

Tetapi pada pertengahan tahun 2019 ini, dengan terintegrasinya jaringan tulang punggung yang menyentuh 514 kota di Indonesia, maka kota-kota di seluruh Indonesia sudah bisa merdeka dari sinyal.

"Itulah yang kita siapkan untuk mempersatuan Indonesia. Yang penting bagi warganet, anak muda, berinternet di seluruh Indonesia bukan masalah karena merupakan hak dari warga bangsa ini," katanya.  


Baca juga: Pemerintah targetkan semua kota merdeka sinyal pada pertengahan 2019
Baca juga: 214 ribu sekolah akan terhubung internet
 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar