counter

Kemenpar gencar promosikan pariwisata NTT

Kemenpar gencar promosikan pariwisata NTT

Deputi Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya (kiri) berpose bersama Wagub NTT Josef Nae Soi (kedua kanan) di Kupang. (Foto: Dok. Humas Pemprov NTT)

Komodo memang sesuatu yang sangat dicari karena menawarkan petualangan wisata yang unik
Kupang (ANTARA) - Kementerian Pariwisata gencar mempromosikan potensi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menarik lebih banyak wisatawan ke daerah itu, kata Deputi Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya.

“Dengan fungsi Kementerian Pariwisata yang lebih besar menitikberatkan kepada pemasaran dan penjualan objek-objek pariwisata, NTT selalu mendapat perhatian dan menjadi salah satu daerah prioritas bersama Bali saat ini,” katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan bahwa NTT saat ini selalu ada di benak Kementerian Pariwisata, oleh karena itu banyak iklan yang sudah dibuat untuk mempromosikan kawasan wisata NTT, khususnya Komodo, yang dilakukan hingga luar negeri.

Iklan untuk promosi pariwisata NTT itu, kata dia, ditempelkan di bus-bus pariwisata di luar negeri dan jumlahnya banyak.

“Boleh 'searching atau googling' iklan-iklan kami di luar negeri, pasti ada komodonya. Di bus-bus pariwisata kami di luar negeri, pasti ada gambar komodo,” kata dia.

Kementerian Pariwisata siap mendatangkan wisatawan dari negara mana saja di dunia asalkan ada permintaan dari Pemprov NTT untuk wisatawan asal mana yang akan didatangkan.

Nia menambahkan kalau ada festival-festival pariwisata dari pemerintah daerah, pihaknya akan siap membantu mulai dari sebelum atau pada saat festival itu diselenggarakan atau setelahnya.

Namun, untuk sebelum festival, pihaknya meminta dikirimkan video atau foto dengan resolusi tinggi untuk promosi ke seluruh sosial media dan "offisial website" Kementerian Pariwisata.

“Ketika sedang berlangsung kami siap mendatangkan 'tour operator' dan media dari negara-negara fokus pasar. Tinggal sebut saja, butuh dari negara mana. Kami akan siapkan semua kebutuhan dan kami pastikan mereka akan beritakan kegiatan itu . Sesudah kegiatan, kami juga terus akan promosikan, supaya orang ingat dan akan datang lagi. Kami juga punya dana dekonsentrasi bagi NTT untuk promosi,” kata Nia yang menangani pemasaran pariwisata di Eropa,Timur Tengah, Afrika, Asia Pasifik, dan Amerika.

Nia menambahkan pariwisata NTT terus bertumbuh dan berkembang pesat saat ini. Minat para wisatawan mancanegara (wisman) untuk mengunjungi NTT terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Komodo sudah menjadi 'top of mind'-nya wisatawan (prioritas unggulan dari para wisatawan, red.). Kalau kita lihat dari sisi wismannya, yang ke Komodo kebanyakan orang-orang berduit. Dari Australia dan Eropa. Komodo memang sesuatu yang sangat dicari karena menawarkan petualangan wisata yang unik,” tutur dia.

Terkait dengan wacana penutupan Pulau Komodo, Nia menjelaskan seiring dengan penjelasan terperinci dan terus menerus tentang manfaat penutupan tersebut, semakin banyak orang yang mengerti dan memahami manfaatnya.

Artinya, kata dia, wisatawan masih bisa melihat komodo di Pulau Rinca dan Pulau Padar.

“Saya pikir dalam konsep pariwisata berkelanjutan kalau konservasi menjadi pertimbangan, saya kira banyak orang yang akan terima. Yang paling terekspose oleh Kementerian Pariwisata selain Bali adalah Komodo karena telah menjadi ikon pariwisata NTT,” tambah dia.
 

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pariwisata berbasis digital sasar milenial

Komentar