Densus 88 buru pimpinan JAD Bandung

Densus 88 buru pimpinan JAD Bandung

Arsip Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterang pers terkait perkembangan kasus meledaknya bom di Sibolga, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban ledakan bom di lokasi tersebut yang diduga merupakan istri dan anak dari terduga teroris Abu Hamzah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim Densus 88 Antiteror Polri masih memburu terduga teroris berinisial A yang merupakan amir atau pimpinan dari terduga teroris WP alias Syahid yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dedi mengatakan, kemungkinan A masih berada di Pulau Jawa.

"Sudah terdeteksi, masih di wilayah Jawa," kata Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

A diketahui merupakan amir dari enam hingga delapan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.

Sebelumnya terduga teroris WP ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Kamis 28 Maret 2019.

Meski merupakan sel yang terpisah, WP bersama kelompok JAD Sibolga dan JAD Lampung diduga hendak melakukan penyerangan di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan target aparat keamanan.

Mereka juga diduga berencana merampok mobil pengisian anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengumpulkan dana guna membiayai aksi teror.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baku tembak terduga teroris MIT tewaskan satu anggota polisi

Komentar