Calon presiden AS sebut Netanyahu "rasis"

Calon presiden AS sebut Netanyahu "rasis"

Calon presiden Amerika Serikat 2020 dari partai Demokrat Beto O'Rourke berteriak pada reli pembuka di jalanan El Paso, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (30/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lucas Jackson/djo (REUTERS/LUCAS JACKSON)

Washington (ANTARA) - Calon presiden Amerika Serikat 2020 dari Demokrat Beto O'Rourke telah membuat gesekan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyebut dia "rasis" karena membuat persekutuan politik dengan partai politik sayap-kanan Yahudi sebelum pemilihan umum di Israel.

O'Rourke mengeluarkan komentar tersebut pada Minggu (7/4), saat berkampanye di Iowa.

Meskipun mengatakan hubungan AS-Israel "adalah salah satu hubungan yang paling penting" yang dimiliki AS, O'Rourke menyatakan itu "harus bisa melampaui seorang perdana menteri yang rasis sebab ia memperingatkan mengenai orang Arab datang ke tempat pemungutan suara, yang ingin melawan setiap prospek perdamaian saat ia mengancam akan mencaplok Tepi Barat Sungai Jordan dan yang telah memihak pada partai rasis sayap-kanan guna mempertahankan jabatannya".

"Saya tidak mengira Benjamin Netanyahu merupakan keinginan sesungguhnya rakyat Israel atau kepentingan terbaik hubungan AS-Israel atau setiap jalur menuju perdamaian dengan rakyat Pemerintah Otonomi Palestina, Jalur Gaza dan Negara Israel," kata O'Rourke, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Netanyahu telah menyulut kontroversi karena membentuk persekutuan pemilihan antara blok Partai Likunya dan Partai Kekuatan Rakyat (Otzma Yehudit), yang berhaluan kanan-jauh, sebelum pemilihan anggota Parlemen pada Selasa.

Langkah permulaan Netanyahu dalam pemilihan umum menyulut kecaman yang jarang terjadi dari kelompok pelobi pro-Israel kuat AIPAC, yang menyebut Otzma Yehudi "rasis dan tercela" dan memberi dukungan kepada pernyataan yang juga langkah mengenai politik dalam negeri Israel dari Komite Yahudi Amerika.

"Pandangan Otzma Yehudit tercela. Pandangan itu tidak mencerminkan nilai inti yang menjadi landasan utama Negara Israel. Partai tersebut mungkin memperoleh cukup banyak suara untuk memasuki Knesset selanjutnya dan bahkan berpotensi menjadi bagian dari koalisi yang memerintah," kata AIPAC.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar