counter

Penyanyi ini ungkap pengalaman berat jadi trainee idola Korea

Penyanyi ini ungkap pengalaman berat jadi trainee idola Korea

Maydoni (Tangkap layar YouTube Maydoni)

Kalian yang mau jadi trainee idola, saya harap kalian berdiskusi dengan orangtua dan membuat keputusan bijak
Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Maydoni yang juga YouTuber mengungkapkan dia dituntut untuk mengurangi berat badan hingga 38 kilogram dan tidak bisa bertukar nomor telepon dengan trainee lelaki saat berlatih dengan tujuan jadi idola Korea Selatan.

Dilansir Korea Times, Maydoni (28), menjadi trainee di JYP Entertainment, satu dari tiga agensi hiburan terbesar di Negeri Ginseng, saat berusia 11 tahun. Dia berlatih bersama Sunye, pemimpin dari grup Wonder Girls yang sudah bubar, juga Jo Kwon dari grup 2AM.

Empat tahun kemudian, dia pindah ke YG Entertainment yang membawahi BIGBANG serta BLACKPINK, dia berada di sana selama empat tahun tapi tak kunjung debut.

"Aku diminta mengurangi berat badan 38 kilogram sebelum debut, dan itu sangat membuat stres," kenang dia.

"Setelah aku bertukar nomor telepon dengan anggota BIGBANG (yang juga berada di bawah YG), manajer menghapusnya. Aku bahkan tidak boleh berada dalam taksi yang sama dengan trainee lelaki.

"Ketika trainee berkumpul, kami dibanding-bandingkan. Kami jadi rival, bukan teman. Tapi ini tampaknya berkontribusi atas lahirnya artis-artis yang cakap."

Dia akhirnya debut lewat Nega Network pada 2009 dengan album "7TEEN" dan merilis beberapa lagu termasuk "Mola-ing".

Tapi Maydoni mengatakan bila dia bisa kembali ke masa lalu, dia takkan menjadi trainee saat masih kecil. Dia akan menunggu hingga cukup puas merasakan kehidupan sebagai remaja pada umumnya.

"Kalau dipikir-pikir, adalah tantangan besar untuk menghabiskan waktu sekolah dengan mempersiapkan diri demi masa depan yang tak pasti," katanya. "Kalian yang mau jadi trainee idola, saya harap kalian berdiskusi dengan orangtua dan membuat keputusan bijak."


Baca juga: Sederet idola K-pop alami cedera dan absen dalam kegiatan grup

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar