counter

Rini: pengelolaan BUMN jauh lebih baik dibanding masa lalu

Rini: pengelolaan BUMN jauh lebih baik dibanding masa lalu

Menteri BUMN Rini Soemarno menerima piagam penghargaan dari perwakilan Museum Rekor Indonesia. (Foto: Wisnu Adhi)

Saya sadar betul persoalan di masa lalu itu tidak mungkin semua terselesaikan. Namun dalam 5 tahun ini kita sudah membenahi, dan siapapun yang meneruskan BUMN sudah jauh lebih baik
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pengelolaan perusahaan milik negara dalam empat tahun terakhir sudah sangat jauh lebih baik dibanding lima tahun sebelumnya, tercermin dari berkurangnya BUMN yang mengalami kerugian.

"Akhir tahun 2014 banyak BUMN yang bermasalah di mana 34 BUMN tercatat merugi. Sekarang, hampir semua BUMN keuangannya sehat. Ada yang belum, tapi masih dalam tahap proses penyehatan," kata Rini sebuah wawancara dengan salah satu media televisi nasional, di Jakarta, Senin.

Rini mengatakan, salah satu kesalahan dalam pengelolaan BUMN di masa lalu adalah direksi yang selalu menutup-tutupi berbagai persoalan.

"Ada masalah yang ditutup-tutupi di 'bawah karpet', diumpetin. Direksi-direksi BUMN di masa lalu cenderung berpikirnya senang-senang, dapat bonus, dan membiarkan persoalan diselesaikan oleh direksi yang berikutnya. Ini yang tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Untuk itu, Rini mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab besar dan harus menghentikan persoalan-persoalan itu.

"Saya sadar betul persoalan di masa lalu itu tidak mungkin semua terselesaikan. Namun dalam 5 tahun ini kita sudah membenahi, dan siapapun yang meneruskan BUMN sudah jauh lebih baik," katanya.

Ia menambahkan, dalam empat tahun terakhir banyak melakukan efisiensi terutama di BUMN-BUMN besar.

"PLN sekarang sudah untung. Sebelumnya di masa lalu 34 proyek listrik mangkrak. Alhamdulilah, sekarang hampir semua bisa diselesaikan," ujarnya.
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri) meninjau TBBM Semarang Group milik Pertamina di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/6). Kunjungan kerja tersebut untuk mengetahui kesiapan menjelang masa mudik Lebaran 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/18
Selain itu, PT Pertamina (Persero) pada 2018 mencetak keuntungan lebih dari 2 miliar dolar AS, selanjutnya Garuda Indonesia sudah untung meskipun masih relatif kecil berkisar 900 ribu dolar AS jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Demikian juga dengan Krakatau Steel, saat ini sedang melakukan restrukturisasi usaha yang diharapkan sudah mendapatkan untung pada tahun 2019.

Baca juga: Rini Soemarno: BUMN tidak boleh ikut-ikut politik
Baca juga: Rini Soemarno: BUMN harus bersatu perkuat daya saing

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar