counter

Ini penilaian Jonan soal taksi listrik

Ini penilaian Jonan soal taksi listrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan PT Blue Bird ini dan saya kira Kementerian lain, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan taksi listrik yang diluncurkan PT Blue Bird menghasilkan polusi jauh lebih kecil daripada konvensional.

Untuk tahap awal Blue Bird menggunakan 25 unit pabrikan BYD dan 5 unit Tesla di jajaran produk Bluebird dan Silvebird yang akan ditingkatkan keseluruhan menjadi sebanyak 200 mobil Iistrik hingga tahun 2020.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan di Jakarta, Senin mengapresiasi upaya ini, karena menurut Jonan upaya ini sejalan dengan upaya Pemerintah melakukan diversifikasi energi dengan energi yang lebih ramah lingkungan.

"Kami mengucapkan selamat kepada PT Blue Bird yang telah memelopori penggunaan taksi dengan kendaraan listrik 100 persen (fuel e-charging). Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan PT Blue Bird ini dan saya kira Kementerian lain, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup juga mendukung ini, karena mobil ini mengeluarkan emisi yang lebih rendah dan polusi yang lebih kecil," ujar Jonan.

Untuk mendukung mobil listrik ini, PLN akan membangun stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di berbagai lokasi. Untuk sementara ini PLN sudah membangun sekitar 1.600 SPLU. Tahun ini akan dibangun minimal 2.000 SPLU, terutama di wilayah Jabodetabek.

Jonan menambahkan, untuk mempercepat proses pengisian baterai (charging) taksi listrik, dapat meminta bantuan PLN untuk membangun SPLU 40 KV, yang dapat men-charging dengan cepat yakni sekitar 25 menit per mobil. Hal ini akan sangat membantu dalam proses mengisi daya baterai taksi listrik yang dimiliki.

Selanjutnya Jonan menyarankan agar biaya tenaga listrik yang dikeluarkan untuk taksi listrik lebih murah, taksi dapat melakukan porses pengisian daya pada waktu dimana PT PLN memberikan potongan harga, tujuannya agar biaya pengisian daya menjadi lebih murah.

"Melakukan charging taksi listriknya antara pukul 22.00 - 06:00 WIB saja, dimana pada waktu tersebut PT PLN mempunyai program untuk memberikan diskon biaya tenaga listrik kepada pelanggan hingga 30 persen," kata Jonan.

Dengan diskon yang diberikan oleh PLN maka biaya tenaga listrik yang dikeluarkan lebih murah. Jadi harga mobilnya sedikit mahal tapi biaya energinya lebih murah yakni sekitar Rp1.000 per watt atau sekitar 40 persen dari harga premium.

Direktur PT Blue Bird, Tbk, Adrianto Djokosoetono mengatakan, pengadaan taksi listrik ini juga merupakan arahan dari Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Pengadaan taksi listrik ini merupakan langkah nyata guna mendukung pelestarian lingkungan, pengoperasian mobil bertenaga listrik ini juga akan memberikan nilai tambah dalam kaitan dengan program ketahanan dan bauran energi nasional, program pengurangan penggunaan dan subsidi BBM, serta program pengurangan emisi gas buang yang dilaksanakan Pemerintah.

"Lebih dari dua tahun yang lalu Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan kepada saya apa yang perusahaan taksi bisa lakukan untuk membantu menurunkan emisi, pada saat itu sedang gencar-gencarnya mobil listrik. Tidak berselang beberapa lama Menteri Perhubungan Budi Karya juga menyampaikan hal yang sama bagaimana mengenai mobil listrik? Setelah itu menghadap ke berbagai institusi untuk membuat rencana, rencana yang pada hari ini di hari Bumi kita realisasikan," kata Adrianto.

Dengan rencana pengoperasian sebanyak 200 mobil Iistrik hingga tahun 2020 lanjut Adrianto, akan menghilangkan 434,095 kg emisi C02 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter; dan penambahan 2.000 unit mobil listrik pada periode tahun 2020 - 2025 akan menghilangkan 21.704.760 kg emisi C02 atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909.091 liter.

Baca juga: Bluebird sebut tarif taksi listrik sama dengan taksi konvensional
Baca juga: Bluebird luncurkan armada mobil listrik


Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar