counter

Penderita HIV/AIDS di Kota Madiun Kebanyakan Pelajar SMA

Madiun (ANTARA News) - Penderita terinfeksi virus dan sindroma perapuh kekebalan tubuh (HIV/AIDS) di Kota Madiun, Jawa Timur, kebanyakan dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) atau mencapai 51 persen, kata Direktur Yayasan Bambu Nusantara Madiun, Andrianus M. Uran, Jumat. Data yang dihimpun oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli di bidang penanggulangan HIV/AIDS Madiun itu memperlihatkan, hingga November 2007 kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) HIV/AIDS menurut kategori pendidikan tercatat pelajar SMA 51 persen, SMP 26 persen, mahasiswa 12 persen dan SD 11 persen. "Pergaulan bebas dan juga penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian mengakibatkan tingkat penyebaran HIV/AIDS di lingkungan pelajar cukup tinggi," katanya. Untuk menanggulangi penularan HIV/AIDS di kalangan pelajar itu, pihaknya berencana membuat program pengenalan seputar penyakit menular di sekolah-sekolah. Bagi penderita HIV/AIDS tersebut, kata dia, selain mendapat obat-obatan jika dirawat di rumah sakit juga mendapat pendampingan dan konsultasi yang diperlukan untuk memberikan dukungan dan semangat kepada mereka. Adapun pendamping dari penderita HIV/AIDS tersebut berasal dari Dinas Kesehatan, rumah sakit bekerjasama dengan LSM yang peduli pada HIV/AIDS. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun, Widwiyono, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS yang meliputi peningkatan perilaku hidup sehat dan penggunaan kondom pada perilaku seksual yang rawan tertular dan menularkan. "Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah mengurangi dampak buruk pada pengguna narkoba suntik, penatalaksanaan infeksi menular seksual serta pengamanan donor darah," katanya. Ia mengemukakan, pihaknya juga mengoptimalkan klinik kesehatan reproduksi untuk pengobatan dan konsultasi penyakit menular yang saat ini dipusatkan di Puskesmas Edelwis, Kelurahan Rorombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. "Kilnik kesehatan tersebut efektif, karena hampir setiap hari dikunjungi orang," katanya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Madiun dari tahun 2004-2007 menyebutkan jumlah penderita risiko tinggi HIV/AIDS di Kota Madiun sebanyak 61 orang, terdiri atas positif HIV 41 orang dan positif AIDS 20 orang. Dari jumlah tersebut ada 13 orang diantaranya meninggal dunia. (*)

228 orang di Cilegon meninggal akibat HIV/AIDS

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar