counter

Komisi VIII dorong anggaran perlindungan perempuan-anak ditingkatkan

Komisi VIII dorong anggaran perlindungan perempuan-anak ditingkatkan

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher saat peluncuran Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2018 di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Selasa (7/5/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher mendorong agar pemerintah meningkatkan anggaran pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak karena angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sangat tinggi.

"Kejahatan terhadap perempuan dan anak sudah luar biasa. DPR terus mendorong peran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang lebih besar," kata Ali saat peluncuran Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2018 di Jakarta, Selasa.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selama ini belum memadai untuk menjamin perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menurut dia, anggaran untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia baru menyentuh hal-hal permukaan saja.

"Semoga dalam pembahasan rancangan APBN 2020 bisa menjadikan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2018 sebagai rujukan," tuturnya.

Karena itu, Ali meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera menyerahkan hasil survei tersebut kepada DPR.

"Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan dan anak," katanya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2018 . Survei dilakukan terhadap 11.410 rumah tangga yang tersebar di 1.390 blok sensus di 232 kecamatan yang berada di 150 kabupaten/kota di 32 provinsi.

Survei tersebut menyimpulkan dua dari tiga anak dan remaja perempuan atau laki-laki pernah mengalami salah satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya. Kekerasan yang dialami cenderung tumpang tindih antara kekerasan emosional, kekerasan fisik dan kekerasan seksual.

Tiga dari empat anak-anak dan remaja yang pernah mengalami kekerasan salah satu jenis atau lebih melaporkan bahwa pelaku kekerasan adalah teman atau sebayanya.*


Baca juga: Yohana berharap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan

Baca juga: Menteri Yohana prihatin kekerasan terhadap anak dilakukan teman sebaya


 

KPAI lindungi korban dan pelaku perundungan di bawah umur

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar