Pemkab Wondama bangun 16 homestay di Pulau Roon

Pemkab Wondama bangun 16 homestay di Pulau Roon

Aktivitas tokok sagu yang menjadi salah satu kegiatan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi bagi masyarakat suku asli di Pulau Roon Kabupaten Teluk Wondama (Foto/Antara/Toyiban)

Desain dan tipe rumah sengaja dibuat dengan konsep homestay agar bisa menjadi rumah singgah bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini,
Wasior, Teluk Wondama (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama, Papua Barat, akan membangun 16 unit homestay atau rumah singgah untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Pulau Roon.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Teluk Wondama, Hendrik Rico Tetelepta di Wasior, Kamis, mengatakan, bantuan ini akan dilaksanakan melalui program bedah rumah. Homestay tersebut akan dibuat dengan konsep rumah sehat.

Rumah dengan tipe 54 itu rencananya akan dibangun di Kampung Yende, Ibukota Distrik Roon sebanyak delapan unit dan sisanya di Kampung Mena.

"Desain dan tipe rumah sengaja dibuat dengan konsep homestay agar bisa menjadi rumah singgah bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini," ujarnya

Setiap rumah akan dihiasi dengan ornamen yang mencirikan budaya masyarakat setempat. Hal itu dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata di Pulau Roon.

“Nanti dicor dengan bentuk rumah berbentuk panggung. Di dalamnya ada kamar khusus untuk tamu dan WC tersendiri untuk tamu karena di pulau Roon itu kesulitannya di WC dan kamar mandi," kata Tetelepta.

Menurut dia, sejak beberapa hari lalu tim dari DPMK sudah mulai melakukan sosialisasi terkait pembangunan rumah sehat tersebut.

“Untuk pembangunannya kami tunggu keputusan dari tim kabupaten letaknya di mana yang pas,“ ucap mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ini.

Sekretaris Daerah Teluk Wondama, Denny Simbar pada kesempatan terpisah sepakat pembangunan rumah di Distrik Roon perlu mengusung desain yang menarik karena Pulau Roon merupakan kawasan destinasi wisata.

“Kita harapkan kesan kumuh di lokasi destinasi wisata seperti di Pulau Roon itu bisa hilang. Karena turis itu paling tidak suka lihat yang kumuh dan kotor," ujarnya.

Pada bulan Juli 2019  tepatnya pada 24 akan digelar even pariwisata yang berpusat di Pulau Roon yakni Festival Pulau Roon (FPR).

Semua OPD diharuskan memberikan dukungan dalam bentuk program dan kegiatan untuk menyukseskan hajatan tersebut.
 

Pewarta: Toyiban
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil sidak, stok sembako di Sorong aman jelang Natal dan Tahun Baru

Komentar