Ngawi (ANTARA News) - Sedikit-dikitnya 18 orang tewas di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur akibat banjir dan tanah longsor sejak Rabu (26/12) hingga Minggu. Koordinator Satuan Koordinasi dan Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Kabupaten Ngawi, Muhammad Sodik Tri, Minggu, di Ngawi, mengatakan bahwa korban tewas berjumlah 14 orang di Kecamatan Kwadungan dan Geneng. "Empat orang lainnya adalah korban tanah longsor di Dusun Polo, Desa Hargosari, Kecamatan Sine pada Senin (25/12) malam lalu," katanya saat ditemui di Kantor Pemerintah Daerah (Pemkab) Ngawi. Korban meninggal paling banyak terdapat di Kecamatan Kwadungan dengan jumlah sekitar 10 orang dan empat orang lainya di Kecamatan Geneng. Menurut dia, kebanyakan korban yang meninggal adalah warga yang telah berusia lanjut usia. Selain meninggal karena sakit, para korban tersebut meninggal akibat terjebak banjir yang menggenangi rumahnya. Data korban meninggal tersebut, kata dia, baru data sementara dan tidak tertutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah lagi. Hingga saat ini masih ada sejumlah desa yang masih tergenang air setinggi satu meter. "Desa-desa di Kecamatan Kwadungan hingga kini sebagian masih terendam banjir," katanya menambahkan. Data yang dihimpun ANTARA News adalah korban meninggal akibat banjir di Kecamatan Geneng, yakni Sadiyem (60) warga Desa Kasreman, Menik (45) warga Desa Dempel, Sariman (60) warga Desa Kersika dan Warsito (45) warga Desa Dempel. Sedangkan di Kecamatan Kwadungan hingga saat ini baru Imron (45) warga Desa Tirah. Korban tewas terkena longsor tersebut yakni Suparman (40) selaku ayah, Suwarti (36) selaku ibu, Linda (10) selaku anak dan David (1,5) selaku anak. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007