counter

Pameran kuliner Minang digelar di Masjid Raya Sumbar

Pameran kuliner Minang digelar di Masjid Raya Sumbar

Pameran kuliner khas dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat dipamerkan di Masjid Raya Sumbar. (ANTARA SUMBAR/Laila)

Padang (ANTARA) - Dinas Pariwisata Sumatera Barat menggelar pameran kuliner Minang yang diikuti  seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu dalam rangkaian kegiatan pesona Ramadhan 1440 Hijriyah.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Oni Yulfian, di Padang Minggu mengatakan kegiatan pameran kuliner tersebut bertujuan untuk mengenalkan makanan khas yang berasal dari masing-masing daerah kepada masyarakat khususnya wisatawan.

"Tema makanannya tidak dibatasi oleh panitia, mereka dibebaskan membawa makanan apa saja yang penting khas dari daerah mereka tersebut," kakanya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini baru pertama kali diadakan oleh Dinas pariwisata Sumatera Barat, sebelumnya hanya berupa kegiatan takbir akbar yang diadakan pada malam takbiran, namun tidak semeriah ini.

"Puas dengan kegiatan ini, sambutan dari masyarakat antusias," katanya.

Ia juga berharap semoga kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan Dinas Pariwisata Sumbar.

Selain pameran kuliner, juga ada beberapa kegiatan pendukung lainnya seperti hiburan berupa penampilan lagu religi. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari beberapa lomba yang diadakan sebelumnya.

"Sebetulnya kegiatan ini bertemakan Pesona Ramadhan yang diadakan selama tiga hari tanggal 24-25 Mei dan acara puncaknya digelar pada tanggal 26 Mei ini," kata dia.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah dan juga membangkitkan semangat masyarakat untuk membangun wisata halal,   karenap tanggal 24 Mei diadakan acara berupa obrolan asik dengan tema wisata halal.

Harapannya semoga Sumatra Barat bisa menjadi salah satu objek wisata pilihan yang akan dikunjungi pada saat libur lebaran natinya, sambung dia.

Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ajang balap sepeda dan promosi wisata Indonesia

Komentar