counter

Gubernur: Pusat Kebudayaan Bali dibangun mulai 2020

Gubernur: Pusat Kebudayaan Bali dibangun mulai 2020

Arsif foto - Gubernur Bali Wayan Koster dalam suatu kesempatan di DPRD Bali belum lama ini (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/lhs/2019)

Pusat Kebudayaan Bali yang didesain dengan menggunakan teknologi modern tersebut akan dibangun di lokasi bekas galian C di wilayah Gunaksa, Kabupaten Klungkung, dengan alokasi anggaran sekitar Rp4 triliun dari APBN.
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan bahwa pembangunan Pusat Kebudayaan Bali akan dimulai pada 2020 dengan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara.

"Terkait pembangunan Pusat Kebudayaan Bali ini, Presiden sudah langsung memerintahkan Menteri PUPR, dan 2020 akan dibangun dengan APBN," kata Koster di sela-sela memberikan keterangan kepada awak media terkait persiapan Pesta Kesenian Bali 2019 di Denpasar, Senin.

Pusat Kebudayaan Bali yang didesain dengan menggunakan teknologi modern tersebut akan dibangun di lokasi bekas galian C di wilayah Gunaksa, Kabupaten Klungkung, dengan alokasi anggaran sekitar Rp4 triliun dari APBN.

"Luas lahan di Gunaksa itu, sangat memungkinkan untuk dibangun Pusat Kebudayaan Bali tersebut," ucapnya.

Dalam beberapa kesempatan, Koster mengatakan Pusat Kebudayaan Bali itu sengaja dibangun di Gunaksa sekaligus untuk mengembalikan Klungkung yang pada zaman Raja Dalem Waturenggong menjadi pusat kebudayaan Bali.

Di sana akan dibangun fasilitas kebudayaan terintegrasi, gedung pentas multifungsi yang didesain modern dengan dekorasi hidrolik. Selain itu, rencananya diintegrasikan dengan sejumlah museum tematik seperti museum tari, museum gamelan, museum arsitektur, museum kuliner, museum obat tradisional, museum Wastra Bali, dan sebagainya.

Tidak hanya pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, tahun depan juga akan dimulai penataan kawasan Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, dan lahan parkirnya yang juga didanai melalui APBN. "Anggarannya sekitar Rp1 triliun," ujar Koster

Pembangunan gedung parkir yang dilengkapi sejumlah fasilitas yang memiliki daya tampung lebih dari 3.000 kendaraan roda empat dan sekitar 1.500 roda dua itu diharapkan mampu memecahkan masalah kemacetan dan kesemrawutan arus lalu lintas di kawasan pura yang terletak di kaki Gunung Agung tersebut.

Untuk pematangan konsep penataan di kawasan Pura Besakih itu saat ini masih sedang dibahas oleh tim dari Waskita Karya dan Popo Danes, salah satu arsitek kenamaan Bali.

Koster menambahkan, infrastruktur lainnya yang juga akan didanai dari APBN yakni pembangunan dermaga segitiga Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan, yang diharapkan tahapan pembahasannya bisa dimulai pada 2019.

"Selain itu, Kementerian Perhubungan tengah merancang studi pembangunan jalur logistik yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana dengan Kabupaten Buleleng dan Karangasem," ucapnya.

Dengan demikian, kata Koster, truk-truk tronton tidak lagi melewati jalur Denpasar-Gilimanuk yang selama ini kerap membuat lalu lintas macet.
Baca juga: Koster ingin bangun pusat kebudayaan Bali di Klungkung

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ada kolaborasi olahraga dan budaya dalam Porprov Bali XIV 2019

Komentar