Ombudsman temukan sejumlah persoalan pelayanan mudik di Aceh

Ombudsman temukan sejumlah persoalan pelayanan mudik di Aceh

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Taqwaddin. Antara Aceh/M Haris SA

Temuan ini harus menjadi perhatian untuk pelayanan mudik di masa mendatang, kata Taqwaddin
Banda Aceh (ANTARA) - Ombudsman RI Perwakilan Aceh menemukan sejumlah persoalan saat mudik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, terutama di sektor infrastruktur jalan dan jembatan.

"Ada beberapa persoalan yang kami temukan saat melakukan inspeksi pelayanan mudik di sejumlah wilayah di Aceh. Temuan ini harus menjadi perhatian untuk pelayanan mudik di masa mendatang," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Taqwaddin di Banda Aceh, Senin.

Beberapa persoalan tersebut di antaranya ada sejumlah jembatan yang belum rampung dibangun di wilayah barat selatan saat mudik, sehingga menimbulkan kemacetan kendaraan bermotor yang panjang.

Kemudian, ada beberapa titik badan jalan yang tidak dilengkapi pembatas, sehingga menimbulkan kecelakaan seperti yang terjadi di lintasan Gunung Geurutee, Kabupaten Aceh Jaya.

Selain infrastruktur, Taqwaddin juga menemukan persoalan di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan Lebaran, di beberapa pos ditemukan ada petugas yang tidak berada di tempat.

"Namun petugas ini bukan karena tidak bertugas, tetapi mereka siaga di tempat masing-masing. Seperti petugas medis, siaga di puskesmas dan petugas pemadam kebakaran di posnya sendiri. Hal ini terjadi karena kekurangan personel," sebut Taqwaddin.

Terkait dengan pelayanan di pos Lebaran, Taqwaddin menyebutkan pelayanan yang diberikan sudah maksimal. Di pos Lebaran tersebut tersedia petugas TNI/Polri, Satpol PP, tenaga medis, pemadam kebakaran, Dinas Perhubungan, dan relawan komunikasi.

"Inspeksi terhadap pelayanan mudik kami lakukan sejak 3 hingga 9 Juni lalu. Ada tiga tim yang kami turunkan untuk melihat langsung pelayanan mudik yang diberikan pemerintah," katanya.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SWF, wadah investasi yang akan dimiliki Indonesia

Komentar