counter

SMART Tbk bagikan dividen final sebesar Rp750 per saham

SMART Tbk bagikan dividen final sebesar Rp750 per saham

Dewan Komisaris PT SMART, tbk berbincang usai RUPST 2018. (Antara Sumut/Istimewa)

Pembagian dividen final sebesar Rp750 per saham itu merupakan 22 persen dari saldo laba per 31 Desember 2018
Medan (ANTARA) - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk membagikan dividen final sebesar Rp750 per saham setelah perseroan itu berhasil meraih laba bersih sebesar Rp479 miliar pada tahun 2018.

"Pembagian dividen final sebesar Rp750 per saham itu merupakan 22 persen dari saldo laba per 31 Desember 2018," ujar Head of Investor Relations PT SMART Tbk, Pinta S Chandra dalam keterangan yang diterima di Medan, Sumatera Utara, Selasa.

Pembagian deviden itu merupakan salah satu yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang mensahkan laporan tahunan perseroan pada 2018.

Selain pembagian deviden, pada  RUPST itu disetujui pengunduran diri Endro Agung Partoyo sebagai Komisaris Independen serta menyetujui pengangkatan Rahmat Waluyanto untuk melanjutkan sisa masa jabatan Endro.

Adapun susunan Dewan Komisaris perseroan yang baru yakni Franky Oesman Widjaja sebagai Komisaris Utama, kemudian Wakil Komisaris Utama, Muktar Widjaja,

Kemudian Komisaris Independen : Teddy Pawitra, Susiyati B. Hirawan dan Rahmat Waluyanto serta Rafael Buhay Concepcion, Jr sebagai komisaris.

Dia menyebutkan dalam RUPST itu para pemegang saham juga menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan untuk mengalihkan kekayaan atau menjadikan jaminan utang kekayaan perseroan sebesar 50 persen lebih dari jumlah kekayaan bersih dalam satu transaksi atau lebih.

Menurut Pinta, dalam RUPST itu disetujui juga perseroan untuk menyiapkan belanja modal Rp1,1 triliun di tahun 2019.

Dia menjelaskan, per 31 Maret 2019, luas area tertanam perseroan sebesar 137.600 hektare. Luas area itu terdiri dari 106.300 hektare tanaman inti dan 31.300 hektare plasma. Dari total area tertanam tersebut, 133.800 hektare merupakan area menghasilkan dan 3.800 hektare belum menghasilkan.

Selama kuartal pertama tahun 2019, perseroan itu memanen 621.000 ton tandan buah segar (TBS) atau naik 20 persen dibandingkan panen periode sama tahun 2018. Panen yang naik itu terutama didukung oleh kondisi cuaca yang bagus.

 

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar