counter

Bangka Belitung ekspor lada putih 2.691,61 ton lebih

Bangka Belitung ekspor lada putih 2.691,61 ton lebih

Kepala BKP Kelas II Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri saat menyampaikan kata sambutan pada peringatan Bulan Bakti Balai Karantina Pertanian ke-142 di Pangkalpinang, Kamis (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Lada putih Babel diekspor ke Amerika, Belanda, China, Hongkong, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Prancis, Taiwan, Vietnam dan Singapura
Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat ekspor lada putih terhitung Januari hingga Juni 2019 dari daerah itu  mencapai 2.691,61 ton lebih ke 14 negara tujuan.

"Lada putih Babel diekspor ke Amerika, Belanda, China, Hongkong, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Prancis, Taiwan, Vietnam dan Singapura," kata Kepala BKP Kelas II Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan sebanyak 2.691,61 ton lebih atau tepatnya 2.691.614 kilogram lada putih ini diekspor sejak Januari hingga Juli 2019 dengan rincian Januari sebanyak 154.034 kilogram, Februari 244.049 kilogram.

Selanjutnya ekspor lada putih Bangka Belitung pada Maret 2019 sebanyak 351.103 kilogram, April sebanyak 546.132 kilogram, Mei 734.164 kilogram dan ekspor Juni 2019 sebanyak 662.132 kilogram.

"Ekspor lada putih pada Juni tahun ini mengalami penurunan dibandingkan Mei, karena pengaruh mudik Idul Fitri," katanya.

Menurut dia, dalam meningkatkan ekspor hasil pertanian dan perkebunan ini, BKP terus mendorong dan menggencarkan Gerakan Ayo Galakkan Ekspor Generasi Muda Milenial Bangsa (Ayo Gemilang) yang merupakan program pemerintah untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era revolusi industri revolusi 4.0 Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian.

"Program ini untuk mempersiapkan dan mendorong petani muda memasuki pasar ekspor global atau  go internasional," ujarnya.

Selain itu juga mendorong produk pertanian lokal ke pasar ekspor yang memenuhi persyaratan sanitary and phytosanitay (spk) dari negara tujuan.

"Kami berkomitmen dalam memfasilitasi serta mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian di Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah," katanya. 

Baca juga: Pemprov Babel fokus tingkatkan ekspor komoditas perkebunan

Baca juga: Pengusaha Babel diminta hentikan ekspor lada ke Vietnam

Baca juga: BPS: Singapura negara tujuan utama ekspor timah

Pewarta: Aprionis
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar