counter

Sejumlah tokoh kirim karangan bunga duka untuk putra Ketua MA

Sejumlah tokoh kirim karangan bunga duka untuk putra Ketua MA

Sejumlah pelayat berdatangan di kediaman dinas Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali di Jalan Widya Chandra III No 5, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). Mereka menyampaikan duka atas meninggalnya putra Ketua MA yakni M Irfan di Namibia, Rabu (19/6/2019). (ANTARA News/Dewa Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah tokoh dan pejabat negara mengirim karangan bunga duka atas meninggalnya putra Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, M Irfan, di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III Nomor 5, Jakarta Selatan.

Pantauan Antara di rumah duka, Kamis, ratusan karangan bunga ditempatkan di depan kediaman Ketua MA dan bahkan berjejer di sepanjang Jalan Widya Chandra yang merupakan kompleks rumah dinas pejabat negara.

Tokoh dan pejabat negara yang mengirimkan karangan bunga itu di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga sejumlah perusahaan BUMN/swasta dan instansi lain.

Hingga pukul 16.00 WIB, sejumlah pelayat mendatangi rumah duka untuk menyampaikan duka kepada keluarga Hatta Ali.

Sebagian dari para pelayat yang nampak melayat itu merupakan pejabat di lingkungan MA dan institusi yudikatif lainnya.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA, Abdullah, mengatakan almarhum M Irfan diketahui meninggal dunia di Namibia, Afrika bagian selatan pada Rabu (19/6/2019).

Almarhum, kata dia, diketahui meninggal dunia karena kecelakaan ketika mengikuti "touring" bersama sejumlah rekannya.

Hingga saat ini, lanjut dia, belum diketahui kronologis kecelakaan yang menimpa M Irfan yang meninggalkan istri dan tiga anak itu.

"Posisi jenazah masih di Namibia. Kami belum tahu kapan rencana akan diberangkatkan ke Indonesia. Pihak keluarga mohon sedapat mungkin diberangkatkan secepatnya. Tapi setiap negara memang punya aturan berbeda," katanya.

Baca juga: MA benarkan kabar duka terkait anak Ketua MA meninggal di Namibia

Tolak PK, MA minta dipahami fungsi & kedudukannya

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar