counter

Rupiah melemah seiring menipisnya harapan penurunan suku bunga The Fed

Rupiah melemah seiring menipisnya harapan penurunan suku bunga The Fed

Uang dolar AS. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Rupiah melemah 53 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.178 per dolar AS
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore melemah seiring menipisnya harapan pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed.

Rupiah melemah 53 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.178 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.125 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu, mengatakan, pelemahan rupiah dipicu para pejabat bank sentral AS yang memupuskan harapan para pelaku pasar dan menepis tekanan Presiden AS Donald Trump agar memangkas suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada pertemuannya bulan depan.

"Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan independensi bank sentral dari pengaruh Presiden Trump dan pasar keuangan yang saat ini tengah mendesak adanya pemangkasan suku bunga yang agresif," ujar Ibrahim.

Dari domestik, pasar menantj hasil keputusan dari sidang sengketa pilpres oleh Mahkamah Konstitusi pada Kamis (27/6/2019) yang diperkirakan akan diwarnai aksi demonstrasi massa pendukung pasangan calon 02.

"Ada ketakutan demonstrasi tersebut akan berubah menjadi kerusuhan apabila MK tidak mengabulkan keinginan paslon 02," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.140 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.140 per dolar AS hingga Rp14.178 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.174 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.138 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah seiring koreksi mata uang utama di Asia
Baca juga: Jelang pengumuman hasil sengketa pilpres, IHSG melemah
Baca juga: Polda Metro Jaya fokuskan pengamanan orang dalam sidang putusan MK

Rupiah melemah tapi Indonesia akan bebas dari krisis

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar