Massa keluhkan sinyal untuk nonton "streaming" sidang putusan

Massa keluhkan sinyal untuk nonton "streaming" sidang putusan

Peserta massa aksi kesulitan sinyal telepon seluler untuk menyaksikan sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 melalui sambungan internet di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). (ANTARA/Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - Massa yang berada di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat mengeluhkan kesulitan sinyal internet sehingga informasi terkait jalannya sidang MK tidak bisa diikuti secara "streaming" atau daring.

Sebagian massa yang tidak ikut bergabung menyampaikan aspirasi, memilih untuk berteduh di sepanjang trotoar. Beberapa di antara mereka sibuk mengutak-ngatik gawainya untuk mencari informasi terkini jalannya sidang.

Baca juga: Warga Jakarta antusias menonton sidang MK

Baca juga: Massa mulai maju ke arah barikade kawat berduri


"Memang susah sinyal yah mas? Mau streaming susah bener," tanya Mizwar seorang pengunjuk rasa di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, Kamis.

Seorang pengunjuk rasa lainnya pun mengeluhkan kondisi serupa. Bahkan ia telah mencoba beberapa kali mematikan gawainya berharap sambungan internet kembali normal.

"Kirain HP error atau kuota yang habis, ternyata sama juga (masalah sinyal)," ujar Widodo sambil diselingi tawa.

Menurut mereka, sebelum mulai sidang sambungan internet lancar tidak ada gangguan apapun. Setelah pukul 13.00 WIB seluruh koneksi untuk berselancar melalui mesin pencari sangat sulit.

Mereka pun kini hanya mengandalkan informasi melalui aplikasi perpesanan, meski harus menunggu waktu yang cukup lama agar pesan tersampaikan maupun diterima.

"Ke sini mau tahu hasilnya langsung, eh ternyata tetap minta bantuan orang yang di rumah supaya nge-Whatapp-in info sidang," kata dia.

Baca juga: Harapan warga pascaputusan MK: Semua damai

Baca juga: Jelang putusan MK, Media Center Cemara sepi

Pewarta: Asep Firmansyah dan Taufik Ridwan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sidang Perppu COVID-19, MK minta penggugat bandingkan dengan negara lain

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar