Berlatih tari tradisional jadi alternatif lepas penat usai bekerja

Berlatih tari tradisional jadi alternatif lepas penat usai bekerja

Sejumlah peserta berlatih menarikan tarian tradisional khas Surakarta, Jawa Tengah, di museum prangko di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019). (ANTARA/Aria Cindyara)

Gerakan tari yang memiliki ritme cenderung lambat dan gemulai itu justru dapat menjadi pengganti olah raga fisik bagi para pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu duduk di depan komputer atau di meja kerja.
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pekerja, yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor, memilih untuk melepaskan penat dengan berlatih menari tradisional di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Baca juga: Puluhan pelaku seni tradisional THR demo di DPRD Surabaya

 

Sang pelatih tari, Sri Winarti, mengatakan di sela-sela latihan di Museum Prangko, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, terdapat sejumlah pekerja kantoran yang mengikuti bimbingan tari yang dipimpin dirinya, sehingga tak jarang sesi latihan berlangsung hingga larut malam.

 

“Tidak bisa dipastikan jam berapa tepatnya mereka datang, karena mereka bekerja, tetapi yang pasti setiap hari Selasa kami latihan di sini,” kata perempuan yang akrab disapa Win itu.

Baca juga: Sanggar Paripurna Bono Gianyar tampil TMII

 

Tarian yang dia ajarkan kepada murid-muridnya adalah tarian tradisional asal Surakarta, Jawa Tengah.

 

Dia mengatakan gerakan tari yang memiliki ritme cenderung lambat dan gemulai itu justru dapat menjadi pengganti olah raga fisik bagi para pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu duduk di depan komputer atau di meja kerja.

 

“Gerakannya ini menyerupai olah raga yoga. Banyak menahan pose dan perubahan dari satu gerakan ke gerakan lain itu pelan-pelan. Banyak yang setelah latihan, apa lagi yang baru-baru, itu badannya njarem-njarem (pegal otot),” jelasnya.

 

Selain itu, latihan tari tersebut membutuhkan fokus yang cukup tinggi, sehingga dapat mengalihkan pikiran sejenak.

 

Sesi latihan Win dibagi dalam dua bagian, yang pertama bagi peserta yang sudah memiliki dasar tari tradisional Jawa dan dapat mengikuti koreografi yang telah dirancang olehnya, sementara sesi yang satu lagi diperuntukkan bagi pemula.

 

“Kalau pemula harus diajarkan dulu nama-nama gerakan tertentu dan aba-abanya. Kira-kira latihan seperti itu selama tiga bulan,” katanya.

Baca juga: Tari "rondho songo" Bojonegoro tampil di TMII Jakarta

 

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar