Beijing (ANTARA News) - Media di China menyoroti pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta kepada seluruh pejabat pemerintah dan negara agar memberikan perlakuan sama terhadap warga Indonesia keturunan China dengan seluruh warga Indonesia lainnya. Xinhua dan China Daily, di Beijing, Senin, mengangkat berita warga Indonesia keturunan China, sebagai warganegara, berhak memperoleh layanan sama di semua tingkatan pemerintahan, seperti halnya warga Indonesia lainnya. Pernyataan Presiden itu disampaikan dalam pidato sambutannya pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2559/2008, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, yang diselenggarakan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin). Menurut Presiden yang dikutip kedua media terkemuka di China itu, di negara ini, yang memiliki berbagai jenis budaya, kelompok etnis dan agama, semuanya adalah satu. "Oleh sebab itu, saya mengingatkan agar pejabat pemerintah untuk tidak memberikan diskriminasi terhadap warga Indonesia keturunan China ketika memberikan pelayanan umum. Layani mereka seperti halnya melayani warga negara lainnya," kata Presiden. Kedua media itu menyatakan bahwa peringatan itu merupakan tahun yang kesembilan dilakukan semenjak jatuhnya kepemimpinan Presiden Soeharto, sehingga Tahun baru China bisa dirayakan sebagai suatu kegiatan nasional. Warga Negara Indonesia keturunan China, menurut kedua media itu, sebelumnya menghadapi berbagai bentuk diskriminasi. Yudhoyono mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah menerbitkan UU No12/2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia. UU tersebut di antaranya menempatkan etnis Tionghoa dalam persamaan dan kesetaraan dengan warga negara yang lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Kami mengalami suatu sejarah yang kurang menyenangkan, ketika terjadi sejumlah konflik antara kelompok etnis dan diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Namun kini telah berakhir," kata presiden seperti dikutip Xinhua dan China Daily dalam laman web miliknya. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008