Pasar saham Asia melemah, ekspektasi penurunan suku bunga AS berkurang

Pasar saham Asia melemah, ekspektasi penurunan suku bunga AS berkurang

Seorang berjalan di layar pergerakan Bursa Jepang (reuters)

Jumlah penggajian Juni mengurangi harapan para peserta yang mencari potongan 50 basis poin pada suku bunga dana federal
Sydney (ANTARA) - Pasar saham Asia melemah pada perdagangan Senin pagi, karena investor bertaruh pada pelonggaran kebijakan yang kurang agresif di Amerika Serikat, sementara lira Turki bertahan di dekat posisi terendah dua minggu setelah presiden negara itu memberhentikan gubernur bank sentralnya pada akhir pekan.

Ekuitas global umumnya telah didukung oleh harapan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada atau mendekati rekor terendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Harapan-harapan itu diperlemah oleh laporan tenaga kerja AS yang menunjukkan data penggajian (payrolls) non pertanian melonjak 224.000 pada Juni, mengalahkan perkiraan 160.000, sebagai tanda ekonomi terbesar di dunia masih mengalami bersemangat.

Pasar saham Asia mengikuti Wall Street, yang jatuh dari rekor tertinggi pada Jumat lalu (5/7/2019).

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen, dengan KOSPI Korea Selatan turun 1,0 persen dan saham Australia turun 0,4 persen. Sementara Nikkei Jepang tersendat 0,6 persen.

"Jumlah penggajian Juni mengurangi harapan para peserta yang mencari potongan 50 basis poin pada suku bunga dana federal (fed fund) pada pertemuan FOMC mendatang," analis ANZ menulis kepada klien dalam sebuah catatan.

"Ini adalah angka penggajian non-pertanian terkuat sejak Januari tahun ini dan menunjukkan ekonomi AS masih memiliki pijakan yang kuat," tambah mereka.

"Angka-angka itu juga menunjukkan bahwa penetapan harga pasar untuk kebutuhan pemotongan cepat terhadap kebijakan suku bunga mungkin perlu dikaji ulang."

Sebagai reaksi terhadap data, obligasi pemerintah AS dijual, mengirimkan imbal hasil dalam surat utang pemerintah bertenor dua tahun sekitar 10 basis poin lebih tinggi.

Ekspektasi untuk penurunan suku bunga Fed juga menyempit, dengan pasar sekarang menetapkan pelonggaran 27 basis poin bulan ini, dari 33 basis poin sebelum angka penggajian dirilis.

Ketua Fed Jerome Powell diperkirakan akan memberikan isyarat lebih lanjut tentang prospek jangka pendek untuk kebijakan moneter minggu ini di kesaksian semi tahunannya kepada Kongres AS tentang ekonomi.

The Fed dalam laporan semi-tahunan kepada Kongres pada Jumat (5/7/2019) mengulangi janjinya untuk "bertindak sewajarnya" untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Mata uang dan geopolitik

Di pasar mata uang, aksi terjadi di lira Turki yang melemah menjadi 5,8245 per dolar AS, terendah sejak 25 Juni setelah gubernur bank sentral Turki Murat Cetinkaya, yang masa jabatannya empat tahun akan berjalan hingga 2020, digantikan oleh wakilnya Murat Uysal.

Presiden Tayyip Erdogan memecat Cetinkaya karena menolak permintaan berulang pemerintah atas penurunan suku bunga, menimbulkan pertanyaan tentang independensi bank sentral.

Lira mengupas beberapa kerugiannya menjadi bertahan terakhir di dekat 5,7401 dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, turun dari tertinggi dua setengah minggu di 97,443 menjadi dikutif terakhir di 97,251.

Euro datar di 1,1226 dolar AS, tidak jauh dari terendah dua setengah minggu 1,1205 dolar AS yang tersentuh pada Jumat (5/7/2019).

Dolar Australia, yang telah naik sejak 18 Juni, tergelincir di bawah 70 sen AS menjadi diperdagangkan terakhir di 0,6974 dolar AS.

Geopolitik mungkin menjadi fokus minggu ini menyusul berita pada Minggu (7/7/2019) bahwa Iran akan meningkatkan pengayaan uraniumnya, melanggar batas yang ditetapkan oleh perjanjian nuklir 2015 yang penting.

"Sejauh ini ketegangan AS-Iran belum memiliki dampak material pada pasar, tetapi jika ketegangan meningkat, itu bisa menjadi cerita yang berbeda," kata ahli strategi National Australia Bank Rodrigo Catril.

Berita terbaru tentang China-AS. pembicaraan perdagangan gagal membuat kesan di pasar.

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow membenarkan perwakilan penting dari Amerika Serikat dan China akan bertemu dalam minggu mendatang untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan.

"Apakah para negosiator dapat menemukan solusi untuk masalah struktural yang sulit yang tetap ada di antara kedua belah pihak adalah masalah lain, dan Kudlow memperingatkan bahwa tidak ada batas waktu untuk mencapai kesepakatan," kata Catril NAB.

Di pasar komoditas, harga minyak naik dengan minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak, naik 9,0 sen menjadi 64,32 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS bertambah 8,0 sen menjadi 57,59 dolar AS per barel.

Sementara itu, harga spot emas turun 0,2 persen menjadi 1.397,03 dolar AS per ounce.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar